Perkenalkan Orin, Chip Anyar Nvidia untuk Robot dan Mobil Otonom

Perkenalkan Orin, Chip Anyar Nvidia untuk Robot dan Mobil Otonom

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 18 Des 2019 15:25 WIB
Foto: Nvidia
Jakarta - Nvidia memamerkan chip -- tepatnya system on a chip (SoC) -- anyar bernama Orin, yang didesain untuk menjadi otak di mobil otonom dan robot.

Orin dipamerkan Nvidia hampir dua tahun setelah mereka merilis Xavier, yang juga ditujukan untuk mobil otonom dan robot. Orin mempunyai 17 miliar transistor di dalamnya, dengan performa hampir 7 kali lebih tinggi ketimbang Xavier.

Di dalam SoC ini menggunakan arsitektur GPU Nvidia dan core CPU Arm Hercules. Lalu ada juga akselerator deep learning dan computer vision anyar yang mempunyai tingkat komputasi 200 triliun operasi per detik.

Hebatnya, pengembang yang sebelumnya menggunakan Xavier bakal bisa melanjutkan kode-kodenya di Orin. Pasalnya keduanya bisa diprogram menggunakan API CUDA dan TensorRT, demikian dikutip detikINET dari Zdnet, Rabu (18/12/2019).


Biaya yang dihabiskan oleh Nvidia untuk mengembangkan SoC ini mencapai miliaran dolar yang mereka gelontorkan selama empat tahun ke belakang.

Nvidia pun meluncurkan Nvidia Drive AGX Orin untuk membantu pabrikan mengembangkan turunan aplikasi untuk mobil otonom, mulai dari mobil otonom level dua sampai level lima yang bisa beroperasi penuh secara otonom.

"Ini adalah platform untuk menjalankan berbagai neural network yang berbeda. Lusinan neural net yang berbeda, data praproses dan pascaproses, dan bermacam algoritma yang berbeda yang dibutuhkan untuk beroperasi secara simultan di mobil, memberikan redundansi dan diversitas untuk mencapai keamanan tertinggi di level sistem," ujar Danny Shapiro, senior director of automotive Nvidia.

Untuk melengkapi SoC dan platform ini, Nvidia juga membuka akses ke model deep neural network untuk mobil otonom yang sudah 'terlatih'. Model ini berisi bermacam bermacam pendeteksi objek seperti pendeteksi pejalan kaki dan sepeda, pendeteksi jalur, pendeteksi lokasi parkir gratis, dan lainnya.


"Kami sudah berinvestasi sejak lama untuk mengembangkan teknologi ini, dan kini kami menyediakannya untuk ekosistem kami. Tujuannya adalah untuk memajukan industri ini," pungkas Shapiro.

Teknologi Nvidia ini saat ini digunakan oleh Didi Chuxing, penyedia layanan ridesharing di China. Didi Chuxcing menggunakan GPU dan teknologi AI Nvidia untuk mengembangkan sistem pengendalian mobil otonom dan solusi cloud computing.

Mereka pun berencana untuk menggunakan GPU Nvidia di data center untuk melatih algoritma machine learning.

Simak Video "Mobil Tanpa Sopir Versi Toyota"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)