Kamis, 21 Nov 2019 12:40 WIB

WhatsApp Blokir 400 Ribu Akun Selama Pilpres di Brasil

Josina - detikInet
Foto: Justin Sullivan/Getty Images Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Selama pemilihan presiden di Brasil antara calon Jari Bolsonaro dan Fernando Haddad pada Oktober tahun lalu telah diungkapkan hasil penyelidikan penyebaran berita hoax lewat internet.

Diungkapkan ada 400 ribu akun WhatsApp yang telah diblokir oleh Facebook, saat itu Facebook dituntut untuk segera menghentikan penyebaran berita-berita hoax di WhatsApp selama pilpres berlansung.

Seperti diketaui WhatsApp dengan penyandian end to end membuat pesan atau foto yang beredar tidak dapat disadap oleh aparat, bahkan secara teori tidak bisa dicek oleh WhatsApp sendiri.


Meski demikian pemblokiran ini dilakukan berdasarkan berdasarkan perilaku di mana pelaku melakukan kegiatan pengirman pesan secara otomatis dan dalam jumlah yang banyak.

Dilansir detikINET dari Engadget, sebuah studi dari Guardian pun menunjukkan bahawa sebagian besar informasi palsu yang disebar melalui WhatsApp selama pilpres di Brasil 42% nya adalah dukungan untuk Bolsonaro, sedangkan 3% hanya untuk kubu Haddad.

Bolsonaro yang kini terpilih menjadi Presiden Brasil pun terkena skandal akibat kasus ini, ia dituding sengaja membayar banyak orang untuk memborbardir penyebaran pesan di WhatsApp yang menyudutkan saingannya Fernando Haddad.


Bahkan saat itu putra dari Bolsonaro seorang anggota kongres Eduardo Bolsonaro mengkritik keputusan WhatsApp yang merilis fitur pembatasan pengiriman pesan di WhatsApp.

Atas kasus ini pun menunjukkan bahwa baik calon kandidat, kelompok advokasi semakin agresif menggunakan pesan online untuk dapat mempengaruhi para pemilih yang awam.

Ini menjadi tugas Facebook untuk terus bekerja keras meream berita-berita hoax apalagi tahun depan adanya pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Simak Video "Alasan WhatsApp Hapus Ribuan Penggunanya di Kashmir"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)