Rabu, 13 Nov 2019 13:27 WIB

Ini Cara Kerja Hoax yang Sering Bikin Netizen Percaya dan Heboh

Aisyah Kamaliah - detikInet
Suasana acara. Foto: Aisyah Kamaliah Suasana acara. Foto: Aisyah Kamaliah
Jakarta - Hoax menjadi momok yang cukup sering dibicarakan, terutama di media sosial. Namun tahukah Anda bagaimana hoax bisa mempengaruhi orang? Anita Wahid dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) mengatakan ia percaya bahwa tingkat awareness masyarakat soal hoax sebenarnya telah tinggi.

"Ada kabar baik dan ada buruknya, buruknya banyak yang nggak memahami hoax bekerja sehingga nggak tahu dirinya jadi korban hoax atau bukan," jelasnya dalam acara Social Media Week Indonesia, Rabu (13/11/2019).

Nah ada dua hal yang menjadi poin penting di mana hoax bisa tercipta yaitu pertama orang ditargetkan. Contohnya saat pilpres kemarin ada dua korban terbesar, yaitu Jokowi dan Prabowo.


"Kedua, orang yang dijejali informasi bohong dan dibuat percaya sehingga orang akan bersikap, berperilaku dengan hal tersebut. Itu kita (masyarakat --red). Banyak yang nggak ngeh," jelasnya.

Anita menjelaskan, hoax juga ada yang sengaja direkayasa dan dipergunakan sebagai senjata agenda tertentu yang menyasar emosi. Terdapat dua cluster yang muncul dalam hal ini.

"Yaitu emosi yang berhubungan dengan kekhawatiran karena ada ancaman dan keamanan orang yang kita sayangi. Ini hoax berupa kriminalitas, bencana alam, nah emosi khawatir ingin memproteksi," ujarnya.

"Kemudian ada kelompok yang emosi yang muncul yaitu terhadap siapa diri kita. Identitas kita di Indonesia ada agama dan kesukuan, kalau muncul hoax di dua hal ini bisa muncul tersinggung, marah, lama-lama jadi benci," imbuh dia.

Contohnya fitnah yang menyasar seseorang di suatu kampung yang disampaikan oleh banyak orang, dengan kurun waktu terus menerus dan berbeda-beda jenisnya. Hal ini otomatis membuat kepercayaan masyarakat pada sosok tersebut berubah.

"Setiap informasi tingkat kepercayaan berkurang, tingkat kecurigaan bertambah. Kecurigaan tinggi membuat kita memantau mencari bukti. Nah itu yang terjadi saat pilpres kemarin, kita dibuat kecurigaan pada kedua sosok itu, akibatnya yang kita pikirkan yang buruk-buruk saja. Repotnya kalau sudah kebencian no turning back, susah dikembalikan," paparnya.


Mafindo sendiri memiliki chatbot yang bisa memilah mana informasi tepat atau hoax dan menggunakan WhatsApp sebagai platformnya. "Jadi supaya menerima informasi, tinggal forward ke Mafindo nanti akan mencari di data base kami, sudah hampir 3.000 hoax kalau mau lihat langsung bisa ke website kami," cetusnya.

Jika Anda ingin mencobanya Anda bisa langsung mengirim pesan WhatsApp ke nomor chatbot 085574676701 kemudian Mafindo secara otomatis akan memberikan verifikasi bila informasi tersebut sudah dimiliki ada di bank data.

Simak Video "Celah Rawan Laman Aduan ASN Terkait Hoax dan Radikalisme"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)