Senin, 11 Nov 2019 21:15 WIB

Mengenal Sosok Tertutup di Balik Induk TikTok

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Reuters

Sebelum mendirikan ByteDance pada 2012, Zhang juga pernah bekerja di Microsoft. Valuasi ByteDance kini mencapai USD 75 miliar, yang ,membuatnya menjadi perusahaan privat paling bernilai di dunia.

ByteDance mempunyai sejumlah produk selain TikTok, seperti pesaing WeChat bernama FlipChat, dan aplikasi video messaging bernama Duoshan. Mereka juga mempunyai sejumlah aplikasi jejaring sosial lainnya di China.

Namun awalnya, nama ByteDance meroket berkat platform agregator berita bernama Toutiao. Platform ini dibuat karena Zhang ingin membuat sebuah platform berita yang ditenagai oleh kecerdasan buatan, berbeda dengan Google-nya China, yaitu Baidu.


"Kami ingin menyebarkan informasi bukan berdasar dari catatan pencarian, melainkan dari rekomendasi berita," ujar Zhang kala itu.

Platform ini diklaim bukan tiruan, baik dalam hal produk maupun teknologi, dari perusahaan lain yang berasal Amerika Serikat.

Pada September 2016 barulah ByteDance merilis TikTok, di China bernama Douyin. Dan kini, TikTok adalah aplikasi iOS non gaming nomor 1 di Amerika Serikat. Tercatat aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 1 miliar kali di AS.
Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(asj/fay)