Kamis, 07 Nov 2019 20:17 WIB

Transaksi Digital Jadi Warna Baru Tradisi Sekaten Yogyakarta

Uji Sukma Medianti - detikInet
Foto: Aplikasi dompet digital DANA digunakan untuk pembayaran tiket masuk Pameran Sekaten 2019 dengan memindai Kode QR di loket. Foto: Aplikasi dompet digital DANA digunakan untuk pembayaran tiket masuk Pameran Sekaten 2019 dengan memindai Kode QR di loket.
Jakarta - Teknologi seringkali dikontradiksikan dengan pelestarian budaya tradisi. Padahal sejak peradaban lama pun, teknologi senantiasa menjadi variabel penting sebuah evolusi budaya baru. Tidak merusak, namun justru mampu memperkaya sebuah tradisi.

"Teknologi bukanlah musuh yang dapat merusak budaya, tetapi dapat bersinergi dan turut membantu proses edukasi budaya dengan jangkauan yang lebih luas," kata Putri Kesultanan Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Hayu.

Kehadiran teknologi dalam budaya tradisi salah satunya dapat kita lihat di Sekaten 2019, pesta rakyat yang penuh nilai-nilai filosofis budaya, religi, kearifan lokal, dan juga ekonomi di Yogyakarta.

Dalam gelaran Sekaten tahun ini, pengunjung dapat berkenalan dan mencoba tradisi baru berupa transaksi nontunai di seluruh area perayaan melalui pemanfaatan dompet digital untuk membeli tiket masuk serta jajanan makanan dan minuman yang dijual oleh para pelaku UMKM yang meramaikan perayaan Sekaten tahun ini.

Kehadiran DANA, dompet digital dari, oleh, dan untuk Indonesia, juga selaras dengan tema besar penyelenggaraan Pameran Sekaten tahun ini, yakni 'Sri Sultan Hamengkubuwono I: Menghadang Gelombang, Menantang Zaman'.

Dalam pameran yang dilaksanakan pada 1-9 November 2019 ini, masyarakat dapat melihat kembali catatan-catatan sejarah, serta berbagai koleksi dan karya Sultan pendiri Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut.


Pameran Sekaten 2019 digelar di kompleks Bangsal Pagelaran dan Sitihinggil. Pelaksanaannya juga menandai perayaan Hajad Dalem Garebeg Mulud Wawu 1953, di Keraton Yogyakarta.

Dalam gelaran ini, masyarakat juga bisa menyaksikan berbagai agenda budaya, mulai dari tur kuratorial, pelatihan seni, lomba karawitan, pertunjukan dan perlombaan seni, hingga diskusi film budaya dan workshop aksara Jawa digital.

Sambutan positif masyarakat terhadap sosialisasi teknologi dompet digital

Dampak perpaduan teknologi dan budaya Jawa yang begitu kental terpancar di Pameran Sekaten 2019. Hal itu dirasakan oleh beberapa pengunjung yang menyambangi pameran ini.

Wati misalnya, ia adalah pengunjung yang belum pernah sama sekali menggunakan dompet digital. Wanita asal Salatiga ini baru mengetahui tentang kegunaan dan kepraktisan DANA sebagai metode pembayaran nontunai saat dirinya hendak membeli tiket Sekaten Festival 2019 di loket menggunakan uang tunai.

"Saya jauh-jauh datang ke Sekaten karena ingin bersyukur dan melestarikan Sekaten sebagai tradisi dan budaya. Apalagi, festival ini juga diadakan tahunan dan perayaan tahun ini berbeda karena tanpa pasar malam. Nah, waktu mau masuk loket bayar tiket, saya lihat papan biru (Kode QR). Saya penasaran dan langsung bertanya ke penjaga loket. Mereka bilang, pengunjung bisa membayar tiket menggunakan DANA," ujar Wati dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019).

Wati, salah satu pengunjung Pameran Sekaten 2019 yang baru saja menggunakan DANA  pertama kalinya sebagai metode pembayaran nontunai untuk tiket masuk ke pameran.Wati, salah satu pengunjung Pameran Sekaten 2019 yang baru saja menggunakan DANA pertama kalinya sebagai metode pembayaran nontunai untuk tiket masuk ke pameran. Foto: DANA


Karena penasaran, Wati yang sudah berada di depan loket pembayaran tiket mundur untuk meluangkan waktu mengunduh aplikasi DANA di smartphone miliknya.

"Saya enggak jadi bayar tunai. Tadi keluar dari antrean untuk download DANA di smartphone. Soalnya saya enggak pernah pakai DANA sebelumnya. Saya penasaran karena papan biru yang ada di loket, dan katanya gampang tinggal bayar dengan scan papan (Kode QR) tersebut," lanjutnya.

Wati mengakui dia tidak terbiasa dengan teknologi, terlebih menggunakan aplikasi seperti DANA. Namun, dia terkesima dengan beragam fitur yang ditawarkan oleh DANA. Menurutnya, fitur pembayaran nontunai DANA lewat Kode QR sangat membantu proses pembayaran supaya bisa berlangsung cepat.

Selain Wati, ada pula Wisnu, pengunjung Pameran Sekaten 2019 yang mendatangi pameran bersama tiga orang anaknya untuk menikmati pameran pementasan seni dari KHP Kridhomardowo.

Seperti Wati, Wisnu juga belum terbiasa menggunakan teknologi. Namun, ia memutuskan untuk menggunakan DANA karena ingin merasakan kemudahan dan kecepatan dalam membayar tiket masuk.

"Saya baru tahu sekarang bisa bayar pakai aplikasi DANA di Pameran Sekaten 2019. Awalnya saya tidak terlalu paham cara menggunakan DANA. Tapi, ternyata pas dicoba pembayarannya gampang banget. Cuma scan QR Code di loket dan bisa masuk. Apalagi saya bawa tiga orang anak dan pas ngecek dompet enggak bawa cukup uang tunai. Pas dikasih tahu bisa top up langsung dari kartu debit lewat DANA, saya enggak pakai lama langsung download. Pas di dalam pameran, juga banyak makanan dan saya cukup terbantu karena enggak perlu lagi ngeluarin uang tunai karena bisa dibayar lewat DANA," terang Wisnu.

Kemudahan dan keamanan bertransaksi dengan dompet digital

Fitur penyimpanan kartu debit dan kartu kredit (Card Binding) pada dompet digital DANA menjadi daya tarik mengapa Wisnu ingin mencoba menggunakan DANA.

Fitur ini memudahkan pengguna karena mereka tak perlu lagi repot melakukan top up atau menambah saldo jika saldo DANA-nya kurang atau bahkan nol rupiah. Mereka bisa memilih kartu debit atau kartu kreditnya sebagai sumber dana ketika bertransaksi dengan dompet digital DANA.


Selain memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih cepat dan mudah, transaksi menggunakan kartu debit atau kartu kredit yang tersimpan di dompet digital DANA juga terjamin keamanannya sebab pengguna tak perlu memberikan kartu fisik yang menampilkan nomor kartu dan CVV yang harus dijaga kerahasiannya.

Untuk makin melengkapi jaminan keamanan bagi pengguna, DANA juga dilengkapi dengan Program DANA Protection untuk memproteksi 100% dana pengguna yang tersimpan dalam dompet digitalnya.

Wati dan Wisnu hanya segelintir dari banyaknya pengunjung Sekaten 2019 yang merasakan secara langsung manfaat bertransaksi nontunai dengan dompet digital. Kehadiran teknologi pembayaran digital seperti DANA diakui mereka sangat membantu, karena mereka tak lagi direpotkan lagi dengan kendala yang biasa muncul ketika bertransaksi mengandalkan uang tunai.

Misalnya, kendala uang hilang atau tercecer. Ketika uang di dompet habis pun, mereka tak perlu repot mencari mesin ATM untuk mengambil uang. Transaksi menjadi makin praktis dan nyaman, dan mereka bisa fokus menikmati sajian seni budaya tradisi serta kuliner tradisional yang disuguhkan dalam Sekaten.

Untuk masuk ke Festival Sekaten 2019, pengunjung perlu membayar tiket seharga Rp5.000. Pengunjung yang membayar menggunakan dompet digital DANA akan mendapatkan cashback senilai maksimal Rp2.500. Selain membayar tiket masuk, mereka juga bisa membeli jajanan makanan dan minuman yang tersedia di kios-kios UMKM di area festival. (ujm/fay)