Selasa, 05 Nov 2019 19:32 WIB

Grab Rekrut 700 Orang Disabilitas di Asia Tenggara Buat Jadi Mitra

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Dok. Grab Foto: Dok. Grab
Jakarta - Kehadiran Grab berhasil berkontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapat para mitranya. Bahkan, teknologi dan model bisnis Grab memungkinkan orang dengan disabilitas tetap menjadi tenaga kerja produktif dan makin mandiri.

Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy mengatakan saat ini ada 700 orang dengan disabilitas di Asia Tenggara termasuk di Indonesia, yang menjadi wirausahawan mikro. Saat ini, Grab tengah mengembangkan platform dan prosedur operasi standar agar lebih banyak orang tuli dapat menjadi mitra pengemudi.

"Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Indonesia yang tengah tumbuh. Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Indonesia," ujar Tirza, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11/2019).


"Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good," tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen Grab for Good, lanjut Tirza, peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, dan mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus. Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.

"Grab terus berkomitmen untuk membawa dampak positif dari teknologi untuk Indonesia dengan meningkatkan inklusi dan literasi digital, memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil serta membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan," tutup Tirza.

Selain orang dengan disabilitas, Grab juga memberikan kesempatan sama bagi masyarakat Indonesia termasuk pada pedagang untuk menikmati manfaat dari ekonomi digital. Salah satu mitra GrabKios asal Surabaya, Oktavia Ayu Suryaningsih merasakan langsung bagaimana teknologi berdampak positif terhadap bisnis counter pulsa bernama Romiks Cell miliknya.


"Dulu, kalau kita mau ngisi pulsa pelanggan keluar kota ada jatahnya. Kalau penjualan melebihi jatah cluster, kita bisa diblok dan nggak dikasih saldo," tuturnya.

Padahal, pelanggan Oktavia rata-rata adalah orang-orang kantoran yang biasanya berasal dari luar daerah. Sejak menjadi agen GrabKios, semua keribetan itu tidak lagi dialami Ayu. Kini, ia tidak perlu memiliki stok pulsa maupun kuota tiap provider.

"Hanya bermodalkan smartphone, kemudian men-download aplikasi GrabKios, semua sudah jadi satu. Walaupun kita isi saldonya sedikit, tapi kita bisa menjual semua item. Lebih praktis dan cara pengecekannya juga mudah," ungkapnya.

Simak Video "Yuk Pesan Menu Eksklusif Lewat GrabFood Signature"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)