Senin, 04 Nov 2019 22:35 WIB

Kisah Liburan yang Hampir Membunuh Elon Musk

Fino Yurio Kristo - detikInet
Elon Musk dan Justine. Foto: Internet via Mirror Elon Musk dan Justine. Foto: Internet via Mirror
Jakarta - Elon Musk terkenal tidak suka liburan. Beberapa kali cuti untuk wisata, ia mengaku sering mengalami kejadian kurang mengenakkan. Paling fatal dalam cerita berikut ini.

Tahun 1995, Elon Musk mulai pindah ke Amerika Serikat dari Kanada. Ia telah lulus dari Queen's University di Ontario dan melanjutkan ke jenjang PhD di Stanford. Sebelum kemudian mengadu nasib di Silicon Valley, wilayah pusat teknologi di AS.

Dia masa itulah Elon berpacaran dengan seorang wanita menawan bernama Justine Wilson yang kelak akan jadi istri pertamanya. Mereka bertemu pertama kali di kampus.


"Dia terlihat cukup hebat. Dia juga pintar. Selain itu punya sabuk hitam di tae kwon do. Pokoknya gadis yang memikat lah," kata Elon dikutip detikINET dari CBC.

Pada tahun 2000, mereka akhirnya menikah. Mereka memutuskan berbulan madu di bulan Desember ke Brasil dan tanah kelahiran Elon, Afrika Selatan. Tepatnya di dekat perbatasan Mozambiq.

Sayang, nasib sial menerpa Elon dalam liburan pertamanya dengan sang istri tersebut. Ia terserang Malaria jenis paling ganas. Sudah begitu, Elon salah didiagnosa dan tak dirawat dengan semestinya.

Terlambat sedikit saja, Elon dipastikan meninggal dunia. Untungnya dia berhasil melalui cobaan itu meski dibutuhkan waktu sampai 6 bulan untuk benar-benar pulih.


Itulah mengapa kemudian, ia menjadi kurang suka liburan. "Pelajaran yang kudapatkan dari berlibur adalah, liburan akan membunuhmu," katanya.

Seusai tragedi itu, Elon memilih sibuk bekerja. Selain Tesla dan SpaceX, ada satu lagi sebenarnya perusahaan yang dibesarkannya, yaitu layanan transfer PayPal. PayPal ini kemudian dibeli eBay pada tahun 2002 yang membuat Elon kebagian uang tidak sedikit.

Simak Video "Canda Jokowi: Kalau Bamsoet Jangan Dikasih Sepeda, Udah Punya Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)