Jumat, 01 Nov 2019 21:25 WIB

Rusia Perketat Akses Internet Nasional

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi bendera Rusia. Foto: Internet/Royalty-Free/Corbis Ilustrasi bendera Rusia. Foto: Internet/Royalty-Free/Corbis
Jakarta - Rusia punya aturan baru terkait kontrol internet. Aturan baru ini ditegakkan di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah Rusia akan memanfaatkannya untuk membungkam kritikan.

Secara teori, undang-undang 'internet berdaulat' ini memberi kewenangan luas bagi para pejabat tinggi negeri Beruang Merah tersebut dalam membatasi lalu lintas internet di Rusia.

Dikutip dari BBC, aturan ini disebut pemerintah Rusia akan meningkatkan keamanan siber negara mereka. Juru bicara pemerintahan menyebutkan, para pengguna internet Rusia tidak akan mendapati perubahan apapun dari diberlakukannya aturan baru ini.



Namun para pengamat setempat mengkritik bahwa tidak jelas akan seperti apa kewenangan ini diterapkan, atau seberapa efektif aturan tersebut diberlakukan.

Sorotan tajam pada kebijakan ini adalah kekhawatiran bahwa pemerintah Rusia sedang berupaya menciptakan firewall internet di China yang membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi warganya.

Undang-undang internet yang baru tersebut mengharuskan para penyedia layanan internet menginstal perlengkapan jaringan yang bisa mengidentifikasi sumber lalu lintas web dan menyaring konten.

Dalam praktiknya, hal ini memungkinkan pengawas telekomunikasi Rusia lebih efektif memblokir situs. Selain itu, undang-undang ini juga membuka kemungkinan pemerintah Rusia mematikan koneksi internet sepenuhnya dalam kondisi yang dikatakan darurat.

Tambahan lainnya, aturan tersebut juga berupaya memetakan lalu lintas web dan data negara melalui titik-titik yang dikontrol negara, serta mengurangi ketergantungan Rusia pada server asing.

Para pendukung kebijakan ini mengatakan, aturan tersebut akan melindungi sistem dari serangan musuh dari luar negeri. Sementara pihak yang kontra, mengkritik keras karena undang-undang tersebut meningkatkan pengawasan lebih ketat dalam urusan sensor konten dan dikhawatirkan akan mengganggu kebebasan berpendapat, berekspresi dan privasi.



"Kini, pemerintah bisa secara langsung melakukan sensor konten bahwa membuat sistem internet Rusia tertutup tanpa memberitahukan pada publik alasannya," kata Rachel Denber aktivis hak asasi manusia untuk Eropa dan Asia.

Maret lalu, ribuan orang turun ke jalan memprotes undang-undang ini. Mereka berkumpul di Moskow, menyuarakan keberatan akan diberlakukannya undang-undang 'internet berdaulat' tersebut.

Simak Video "Usai Bunuh Pacar, Profesor Rusia Simpan Potongan Lengan di Tas"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)