Jumat, 01 Nov 2019 14:19 WIB

Startup Crewdible Disuntik Rp 21 Miliar dari GFC

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Crewdible Foto: Crewdible
Jakarta - Startup Crewdible, platform pergudangan mikro untuk pedagang e-commerce mendapatkan pendanaan pre-series A. Adapun suntikan sebesar Rp 21 miliar ini bersumber dari Global Founders Capital (GFC).

Dhana Galindra, Founder dan CEO dari Crewdible menjelaskan dana investasi tersebut akan digunakan untuk memperluas kehadiran Crewdible di kota-kota besar di Indonesia.

Selain itu, kegiatan pemasaran dan yang paling penting adalah untuk mengembangkan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pasar yang sangat bervariasi dan jumlah traffic yang sangat banyak.



"Tim kami sudah sangat solid dan kuat. Dengan dana yang sangat sedikit yang kami dapatkan saat pendanaan tahap awal, kami tetap dapat menyelesaikan dan melakukan banyak hal. Sekarang dengan dukungan VC sebesar Global Founders Capital atau GFC, kami sangat excited dan optimis bisnis ini dapat tumbuh lebih cepat lagi," tuturnya dalam keterangan tertulisnya.

Sejak mendapatkan pendanaan tahap awal, Crewdible berkembang 40 kali dalam waktu 12 bulan. Pertumbuhan tersebut turut membantu meyakinkan Global Founder Capital, capital ventura ini menanam investasi.

"Kami percaya bahwa Crewdible dapat mempermudah pedagang online dalam melakukan inventory management, packaging sampai urusan logistik sehingga dapat membantu pedagang online maupun UKM untuk mengembangkan bisnisnya tanpa harus berurusan dengan ribetnya urusan inventory management, packaging dan logistik", jelas Melvin Hade, Partner dari Global Founders Capital di Indonesia.

Startup Crewdible Disuntik Rp 21 Miliar dari GFCFoto: Crewdible


Asal-Mula Crewdible

Di tengah kesibukannya sebagai pakerja kantoran, Dhana mendirikan Crewdible pada Desember 2017 di bawah naungan PT. Duta Daya Digital. Sebelumnya, ia memulai proyek sampingannya bernama Lean yang merupakan brand olahraga yang dijual secara online.

Kala itu Dhana memutuskan untuk bermitra dengan karyawan yang bekerja di beberapa kantor logistik untuk menyimpan stok barang Lean dan memprosesnya ketika terjadi transaksi. Mitra tersebut akan mendapatkan komisi Rp. 5.000 untuk setiap paket yang terkirim. Tujuannya adalah agar kompleksitas bisnis tidak meningkat ketika bisnisnya bertambah besar.

Ternyata model ini bekerja dengan sangat baik, Dhana berhasil memperbesar stok barang tanpa perlu menyewa ataupun mempekerjakan karyawan. Dari pengalaman tersebut, banyak pedagang e-commerce lainnya menganggap ini adalah ide yang sangat bagus hingga mereka ingin menggunakan cara yang sama.

Melihat kesempatan ini, Dhana memutuskan untuk membuat aplikasi agar penjual lainnya dapat menjalankan bisnis e-commerce sambil berpergian, saat meeting dan bahkan saat liburan sekalipun, aplikasi tersebut dinamakan Crewdible.

Crewdible berevolusi menjadi jaringan pergudangan mikro untuk membantu pedagang-pedagang eCommerce. Startup ini memanfaatkan fasilitas-fasilitas kosong seperti rumah, ruko, kantor dan gudang untuk dijadikan gudang-gudang kecil yang menjadi tempat fulfillment untuk pesanan eCommerce.

Gudang-gudang Crewdible dapat ditempatkan di manapun, bahkan di tempat-tempat yang sangat mahal dan strategis sekalipun seperti di pusat kota. Harga yang terjangkau karena Crewdible tidak perlu membayar biaya overhead seperti biaya sewa gudang, biaya setup, biaya pemeliharaan dan lain-lain.

Crewdible menyebutkan, layanannya cocok digunakan untuk para pekerja kantoran yang ingin tetap mempunyai bisnis sampingan, ibu rumah tangga, atau siapapun yang ingin tetap berjualan tanpa menganggu kegiatan utamanya. Begitu juga yang ingin memperluas bisnisnya ke seluruh kota di Indonesia menjadi untung dengan adanya Crewdible.

Salah satu misi Crewdible adalah membantu penjual kecil untuk menjadi perusahaan besar dengan menawarkan jasa yang dapat mengatasi masalah operasional (pencatatan penjualan, inventory, stock opname, packing dan kirim ke ekspedisi) tanpa ada biaya sewa harian gudang, biaya hanya akan dikenakan jika terjadi transaksi.



Crewdible juga bertujuan untuk memberikan waktu lebih banyak kepada para pedagang agar mereka bisa fokus pada pengembangan bisnis, menambah produk dan melakukan pemasaran yang lebih baik.

"Dengan sistem yang mumpuni, kami berharap dapat membantu pedagang online dalam perjalanan bisnisnya mulai dari 20 transaksi sampai 100,000 transaksi per bulannya," tutur Sony Gultom, CTO dan co-founder Crewdible.


Startup Crewdible Disuntik Rp 21 Miliar dari GFC


Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)