Jumat, 25 Okt 2019 06:13 WIB

Mantan Emak Programer Gojek Bicara soal Mendikbud Nadiem Makarim

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem
Jakarta - Kendati sukses mendirikan Gojek, sejumlah pihak pesimis Nadiem Makarim akan berhasil sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Tapi pandangan berbeda dilontarkan Alamanda Shantika Santoso, mantan emak programer Gojek.

Berbincang dengan detikINET, perempuan yang kerap disapa Ala itu mengatakan tidak kaget ditunjuknya Nadiem sebagai Mendikbud. Dia bahkan sudah memprediskinya.

"Empat bulan lalu sempat memimpikan Nadiem menjadi menteri," katanya.


Awalnya, perempuan kelahiran Jakarta ini menganggapnya sekadar bunga tidur, tapi anehnya sampai tiga kali. Keyakinannya pun kian bertambah ketika Nadiem menghubunginya untuk diajak diskusi.

"Sempat diskusi soal SDM dan pemerintahan ke depannya bagaimana. Dia nanya-nanya karena aku di Watimpres," terang Ala.


Nadiem Punya Bimbel


Nama Nadiem memang sudah lama masuk bursa calon menteri. Tapi banyak yang memprediksinya menjadi menteri ekonomi kreatif mengingat latar belakangnya.

Karenanya, banyak orang kaget ketika Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Mendikbud. Bagi Ala, hal itu tidak mengagetkan karena pria lulusan Harvard itu memang punya perhatian lebih pada dunia pendidikan.

"Waktu aku keluar Gojek, Nadiem pernah bilang 'This time i let you fly. Loe masuk sana (dunia pendidikan), ntar gue nyusul," katanya.

Ala lanjut mengatakan saat Gojek berdiri, pria kelahiran Singapura itu sempat mengatakan keinginannya agar startup yang dibangunnya itu menjadi tempat bagi masyarakat Indonesia belajar.

Mantan Emak Programer Gojek Bicara Soal Mendikbud Nadiem MakarimAlamanda Santoso. Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET


Bahkan, tidak banyak yang tahu kalau Nadiem pernah membuka bimbingan belajar (bimbel).

"Nadiem pernah membuat bimbel sebelum bikin Gojek. Bimbelnya bantuin orang yang masuk Harvard dan top university," ungkap Ala.

"Passion-nya memang di education. Dasar hatinya memang pendidikan. Jadi nggak kaget dia jadi Mendikbud," lanjutnya.


Optimistis akan Perubahan

Ala yakin Nadiem akan melakukan transformasi di kementeriannya. Karena hal itu amat penting dilakukan guna mengubah mindset orang-orang di pemerintahan.

"Perusahaan konvesional telah bicara soal transformasi. Tapi di pemerintah belum kedengaran banget. Padahal pemerintah yang menjalankan negara ini, harusnya terdepan," tegas Ala.

Untuk yang satu ini, Ala yakin Nadiem mampu. Itu berkaca pada bagaimana dia membangun tim di Gojek.

"Nadiem orangnya team minded, percaya banget kalau dia tidak dapat berjalan sendiri, harus punya tim hebat. Dia mempercayakan banget ke timnya," ujarnya.

Terkait birokrasi, itu pula tidak akan jadi masalah. Menurut Ala, Nadiem punya pengalaman mendobrak pemikiran pemerintah saat mendirikan Gojek. Belum lagi harus menghadapi ragam demo.

Saat di McKinsey pun Nadiem mengurusi perusahaan besar yang memiliki banyak birokrasi. Sehingga sudah sangat mengerti mapping strategi.

"Dia itu sangat fundamental, basic banget mikirnya. Kita butuh orang-orang kayak gitu di pemerintah," tegas Ala.

Dia pun yakin Nadiem akan membawa cara baru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Anak Jakarta maupun Papua diberikan kesempatan yang sama untuk maju.


"Nadiem punya pikiran bagaimana caranya setiap orang bisa maju," kata CEO dan Founder Binar Academy ini.

Ditanya apakah bersedia bila diminta menjadi staf ahli Nadiem di Kemendikbud? Ala pun langsung menjawabnya.

"Intinya bantu dia apapun bentuknya. Karena kan aku masih punya Binar yang harus diurus. Jadi apapun bentuknya akan didukung dan dibantu," pungkasnya.
Halaman
1 Tampilkan Semua

(/rns)
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem