Senin, 21 Okt 2019 19:02 WIB

Nadiem Jadi Menteri, Ini Profil Penerusnya di Gojek

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Dok Gojek Foto: Dok Gojek
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem
Jakarta - Ditawari jadi menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) - Ma'aruf Amin, Nadiem Makarim telah menanggalkan kepemimpinannya di Gojek. Tongkat estafet tersebut diserahkan ke Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi. Siapakah mereka?

Kedua sosok tersebut, sesungguhnya tidak terlalu asing. Diketahui, Andre Soelistyo menjabat sebagai Presiden Gojek Group dan Kevin Aluwi merupakan co-Founder Gojek.

Menempuh pendidikan kuliah di University of Technology, Sydney, Australia, Andre memulai karir profesionalnya di Triputra Group sebagai Management Trainee seperti dilihat detikINET di akun LinkedIn miliknya.



Setelah itu dilanjutkan sebagai Head of Corporate Finance di PT Delta Dunia Makmur Tbk. Kemudian berkiprah di perusahaan pengelola dana bernama Northstar Group dengan posisi Executive Director. Sekedar informasi, Nortstar Group adalah salah satu investor Gojek.

Terhitung sejak Januari 2016 sampai saat ini, Andre mengemban tugas sebagai President Gojek.

President Gojek Andre Soelistyo mengenakan kemeja berwarna biru.President Gojek Andre Soelistyo mengenakan kemeja berwarna biru. Foto: Rengga Sancaya


Sementara itu, berbicara sosok pendiri Gojek sering identik dengan Nadiem. Namun di balik itu semua, Kevin juga berperan besar dalam berdirinya perusahaan ride hailing ini.

Bermula dari sama-sama kerja di Zalora, hubungan antara Nadiem dan Kevin semakin intens setelah keduanya sering berdiskusi. Dalam catatan wawancara dengan Kevin pada Maret 2016, ia mengungkapkan Nadiem sering mengajak Kevin berdiskusi soal Gojek yang saat itu tidak telalu diurus.



"Selain karena kesibukan Nadiem sendiri, market pada saat itu masih belum siap. Penetrasi smartphone masih kurang karena masih mahal. Ditambah lagi pengguna internet masih rendah. Ini membuat kondisi Gojek stagnan," tutur pria berkacamata ini.

Dari serangkaian diskusi itu, keduanya akhirnya memutuskan untuk menggarap Gojek lebih serius. Pada 2014, Nadiem dan Kevin terjun langsung membesarkan Gojek.

Keputusan ini jelas tidak salah, karena Go-Jek mengalami kesuksesan dalam waktu singkat sebagai salah satu penyedia layanan transportasi masyarakat di Jakarta. Tepatnya, saat mereka merilis aplikasi Gojek pada awal 2015.

Co-Founder Gojek Kevin AluwiCo-Founder Gojek Kevin Aluwi Foto: afr/detikINET


Dilihat dari pendidikannya, Kevin mengenyam kuliah di University of Southern California - Marshall School of Business di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Saat ini Gojek telah berevoluasi yang tak sekedar menyediakan layanan transportasi online, tetapi juga menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, pengiriman barang, pulsa, pembayaran, hingga hiburan.

Tak hanya di situ, Gojek ini jadi satu-satunya startup Indonesia yang bergelar decacorn, perusahaan rintisan yang memiliki valuasi lebih dari USD 10 miliar. Gojek juga melebarkan sayap bisnisnya ke Vietnam, Thailand, Filipina, dan Singapura.

Simak Video "Bos Baru Gojek Buka Suara Pasca Mundurnya Nadiem Makarim"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem