Sabtu, 19 Okt 2019 20:03 WIB

Ada Eyang Habibie di Satelit BRI

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rachman Foto: detikINET/Adi Fida Rachman
FOKUS BERITA Warisan Eyang Habibie
Jakarta - Selain bidang telekomunikasi dan aviasi, BJ Habibie punya jejak langkah di bidang perbankan. Sosok yang dikenal dengan nama Eyang Habibie itu rupanya ikut terlibat dalam mengangkasanya satelit milik Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Director of Digital IT & Operations BRI Indra Utoyo mengatakan Eyang Habibie turut memberikan pengaruh pada apa yang dilakukan pihaknya. Jika Eyang Habibie telah mengabdikan dirinya untuk memajukan negeri ini dengan membuat pesawat terbang sendiri sehingga bisa menjangkau masyarkat hingga ke pelosok. BRI mewujdukan itu melalui satelitnya, BRISat.

"BRI mengikuti Eyang Habibie dengan memiliki satelit sendiri untuk melayani masyarakat hingga ke pelosok negeri," ujar Indra saat berbicara di Habibie Festival yang berlangsung di JI Expo, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).


Rencana BRI meluncurkan satelit sendiri mendapat dukungan penuh oleh Eyang Habibie. Bahkan ikut memberikan nasihat dan pedoman lantaran BRI yang kesehariannya berkutat di jasa keuangan tidak memiliki cukup ilmu soal pengoperasian satelit.

"Beliau menasihati untuk belajar dari ahlinya. Atas nasihat itu BRI mengirimkan 15 engineer IT langsung belajar ke ahlinya di Amerika Serikat," kata Indra.

"Mereka yang dikirim adalah software programer. Diharapkan waktu itu dapat cepat memahami mulai dari peluncuran hingga pengoperasian dalam waktu singkat, tidak sampai sebulan," lanjutnya.

Mimpi memiliki sendiri satelit akhirnya terwujud. BRISat sukses mengangkasa pada 19 Juni 2016 setelah diluncurkan di Kourou, Guyana Perancis oleh Arianespace.


Hal ini mencetak sejarah baru, BRI menjadi bank yang pertama di dunia dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki satelit sendiri.

"Pemikiran habibie yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bangsa yang mandiri dan mampu menguasai iptek untuk memenuhi kebutuhannya sendiri terus menginspirasi kami di BRI. Dan pemikiran ini kami pegang teguh dengan mengembangkan BRI ke depan guna memenuhi layanan perbankan yang handal bagi seluruh rakyat Indonesia," papar Indra.

Pemikiran Eyang Habibie turut BRI wujudkan dalam pengembangan teknologi digital yang sampai sekarang mereka lakukan. Salah satunya memperkuat personil yang memiliki sertifikasi internasional sehingga mampu melahirkan inovasi agar dapat bersaing di era digital.

Tidak ketinggalan, sesuai nasihat Eyang Habibie, agar memberikan nilai tambah dengan pendekatan high think, high tech dan high touch. Sehingga kreativitas, penguasaan teknologi dan empati dapat bantu BRI memberikan layanan yang cepat, baik dan mudah.

Dan semua pemikiran Eyang Habibie sangat berguna menghadapi era Industri 4.0 dan disruptif digital yang semakin kompleks dan tidak pasti.

"Pemikiran Almarhum (Eyang Habibie) untuk terus mengembangkan sumber daya manusia terbarukan akan menjadi nilai tambah. BRI, insya Allah akan terus melahirkan layanan keuangan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Indra.

"Selamat jalan Eyang Habibie, selamat jalan Bapak Teknologi Indonesia," tutupnya.

Simak Video "Habibie akan Terus Hidup di Layar Lebar"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)
FOKUS BERITA Warisan Eyang Habibie