Senin, 14 Okt 2019 13:53 WIB

Gojek Latih Cara Machine Learning ke Startup Peserta Gojek Xcelerate

Yakob Arfin - detikInet
Foto: Gojek Foto: Gojek
Jakarta - Co-Founder Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan pihaknya mengembangkan machine learning untuk menyelesaikan jutaan pesanan dengan layanan berbeda setiap harinya selama hampir 4 tahun terakhir. Kini, Gojek berbagi ilmu dan keahliannya dalam machine learning kepada 25 startup lokal dan internasional yang terpilih ikut program akselerator startup Gojek Xcelerate.

Menurut Kevin, machine learning telah membantu Gojek mempelajari banyak hal, mulai dari pola perilaku pelanggan dan mitra hingga kondisi lalu lintas yang menjadi insight baru untuk menemukan berbagai pendekatan baru, bahkan rute baru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman bagi pelanggan.

"Data dari jutaan pesanan yang kami proses setiap hari dalam platform Gojek kembali kami olah untuk menjawab kebutuhan pengguna. Karena Gojek menyentuh sangat banyak ranah di kehidupan sehari-hari, kami mendapatkan insight luar biasa yang menjadi kesempatan bagi Gojek untuk turut membangun industri dan meningkatkan kualitas para pelaku industri itu sendiri," ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2019).


Kevin menuturkan ada dua kunci penting yang menentukan kekuatan model machine learning, yaitu jumlah data yang tersedia untuk dianalisis dan algoritma perhitungan untuk melakukan analisis. Semakin banyak volume data yang masuk melalui platform Gojek, memungkinkan perusahaan untuk dapat menganalisis data yang lebih besar dan lebih kompleks sehingga bisa menghasilkan insight yang lebih akurat.

"Selanjutnya, algoritma perhitungan akan semakin terlatih dengan meningkatnya volume dan kompleksitas data yang masuk. Melihat potensi besar ini pula Gojek banyak mengalokasikan investasi untuk mengembangkan talenta yang paham machine learning untuk menciptakan lebih banyak solusi lewat teknologi," terangnya.

Menurut Kevin, tanpa mengadopsi model machine learning, Gojek akan membutuhkan tambahan setidaknya 10 tahun untuk bisa mencapai prestasinya saat ini. Keberhasilan Gojek mengembangkan model machine learning menjadikannya pionir di industri layanan on-demand berbasis aplikasi yang berhasil membantu mobilisasi orang, barang, dan uang melalui ekosistem teknologi yang terintegrasi.

Sebagai karya anak bangsa yang tumbuh besar di Indonesia, lanjut Kevin, Gojek ingin merangkul startup lainnya untuk bersama-sama membangun bangsa melalui program Gojek Xcelerate. Sebuah program akselerator yang mengembangkan startup merah putih sehingga mampu bertumbuh secara pesat dan menciptakan dampak sosial positif yang lebih luas.

Karena itu, Gojek berbagi pengalamannya menerapkan Machine Learning dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis kepada lima startup yang terpilih ikut batch pertama Gojek Xcelerate yaitu Crewdible (startup logistik), Izy.ai (stratup industri perhotelan), Peto (startup perawatan hewan peliharaan), Qlue (aplikasi smart city), dan Travelio (startup booking akomodasi).


"Melalui Gojek Xcelerate bersama Digitaraya kami membuka kesempatan kepada para startup untuk bisa bertemu dengan mentor unggulan Gojek, praktisi kelas dunia lainnya, dan calon investor serta sumber pendanaan lain untuk mengembangkan bisnis mereka ke depannya," kata Kevin.

Kevin mengatakan Gojek Xcelerate merupakan langkah Gojek untuk ikut serta dalam mendorong pelaku-pelaku startup untuk memberikan dampak yang lebih luas.

"Ini merupakan salah satu upaya kami memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat melalui perkembangan industri startup dan teknologi di Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Tekan Pengeluaran Mitra Driver, Gojek Luncurkan Pojok Swadaya"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)