Sabtu, 12 Okt 2019 07:01 WIB

Buzzer Perlu Ditertibkan? Begini Reaksi Facebook

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kantor Facebook Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Kantor Facebook Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Profesi buzzer atau pendengung di media sosial (medsos) belakangan ini jadi sorotan, bahkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai para buzzer perlu ditertibkan. Bagaimana tanggapan dari Facebook Indonesia?

Kepala Kemitraan Konten Hiburan Facebook Indonesia Revie Sylviana mengatakan bahwa buzzer merupakan salah satu fenomena menarik yang muncul dan terbentuk sebagai profesi baru.

Baik maupun buruknya buzzer tersebut, Facebook melihat kalau itu tergantung dari niatan mereka, apakah memanfaatkan platform media sosial untuk tujuan positif atau justru sebaliknya.


"Kita melihat kategori buzzer, sebetulnya tergantung objektifnya dan implementasinya karena ada untuk keperluan positif, ada juga yang berbeda," ujarnya saat ditemui di kantor Facebook Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Revie mengatakan Facebook tidak memiliki aturan tersendiri untuk buzzer, tapi perusahaannya punya community guidelines, seperti bagaimana platform miliknya digunakan dan apa saja yang dilarang. Community Guidelines Facebook bisa diakses secara online, yaitu di https://web.facebook.com/communitystandards/.

"Sehingga akan dilihat lagi bahwa apakah perilaku-perilaku pengguna platform digital, apakah itu buzzer atau lainnya, itu melanggar community guidelines atau tidak," imbuhnya.

Facebook tak segan-segan bila ada penggunaannya yang melanggar aturan tersebut. Misalnya sudah mengarah kepada ajakan kebencian hingga menjurus kekerasan, maka perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini akan melakukan tindakan.




Buzzer Perlu Ditertibkan? Begini Reaksi Facebook


Simak Video "Tanggapan Facebook soal Buzzer di Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)