Rabu, 09 Okt 2019 19:38 WIB

Kominfo: Buzzer Itu Boleh, Tapi...

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Tim Infografis Fuad Hasim Ilustrasi. Foto: Tim Infografis Fuad Hasim
Jakarta - Belakangan profesi buzzer atau pendengung media sosial (medsos) diperbincangkan publik karena berpotensi turut menyebarkan hoax. Bagaimana sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait buzzer ini?

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa pihaknya tak mempersoalkan keberadaan buzzer.

"Buzzer itu boleh yang penting nggak melanggar kontennya (karena) yang kita awasi itu kontennya," ujar sela-sela dialog nasional Indonesia Internet Governance Forum di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (9/10/2019).


Selain itu, Dirjen Aptika juga menyoroti buzzer tersebut harus organik yang dalam hal ini tidak menggunakan akun palsu.

Pria yang sering disapa Semmy ini tak memungkiri bahwa tak sedikit masyarakat yang kini punya profesi sebagai buzzer di jejaring sosial sebagai mata pencaharian mereka.

Jadi, apakah perlu buzzer medsos ini diatur? "Buzzer nggak perlu diatur, tapi kontennya yang diatur. Itu sudah ada di Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai para buzzer perlu ditertibkan.

"Saya pikir memang perlu (ditertibkan). Kan ini kan yang mainnya dulu relawan, sekarang juga pendukung fanatik," ucap Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).

Menurut Moeldoko, para buzzer cenderung tak ingin sosok yang diidolakannya diserang. Namun, bila itu terjadi, disebut Moeldoko, para buzzer tersebut pasti bereaksi.

"Contohnya begini--bukan saya maksudnya--para buzzer itu tidak ingin idolanya diserang, idolanya disakitin. Akhirnya masing-masing bereaksi. Ini memang persoalan kita semua, juga kedua belah pihak, bukan hanya satu pihak. Kedua belah pihak," ucapnya.



Simak Video " Strategi Bertahan dengan Menyerang ala Buzzer"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)