Sabtu, 28 Sep 2019 10:01 WIB

Aplikasi Uber Dirombak Total, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Pionir layanan taksi online, Uber, merombak aplikasinya secara besar-besaran. Tujuannya untuk menjadi semacam sistem operasi bagi kehidupan sehari-hari.

Dikutip detikINET dari Guardian, total ada 25 perubahan di aplikasi Uber. Salah satu yang signifikan adalah menyatukan layanan transportasi dengan aplikasi pengantaran makanan, UberEats.


Berbagai informasi pun kini ditampilkan bagi para pengguna. Termasuk informasi ketersediaan transportasi publik dan alternatif seperti sepeda, skuter bahkan helikopter di beberapa lokasi.

"Kami memahami bahwa menjadi bagian integral dalam kehidupan orang merupakan tanggungjawab yang nyata. Itu kenapa kami bekerja untuk memastikan setiap pelanggan diberlakukan seperti VIP," kata CEO Uber, Dara Khosrowshahi.

Mungkin aplikasi Uber mengarah menjadi super app. Di Asia Tenggara, aplikasi Gojek dan Grab sudah duluan berlomba menjadi aplikasi semacam itu dengan menyediakan banyak layanan, tidak hanya transportasi online.


Uber sendiri di sisi lain sedang disoroti kondisi keuangannya. Untuk periode kuartal II 2018, Uber menelan kerugian masif sebesar USD 5,2 miliar atau lebih dari Rp 71 triliun. Harga sahamnya pun jadi turun.

Bakar uang demi mendapatkan sebanyak mungkin pengguna mungkin jadi sebabnya. "Kerugian melebar dan kompetisi sangat panas," sebut Haris Anwar, analis di Investing.com.

Aplikasi Uber Dirombak Total, Kenapa?


Simak Video "Gojek Klaim Jumlah Bos Perempuannya Lebih Banyak Dibanding yang Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)