Senin, 16 Sep 2019 16:23 WIB

Kualitas Udara Palangkaraya Berbahaya! Netizen Protes #SawitBaik

Aisyah Kamaliah - detikInet
AQI yang ditunjukan untuk kualitas udara Palangkaraya. Foto: AirVisual AQI yang ditunjukan untuk kualitas udara Palangkaraya. Foto: AirVisual
Jakarta - Palangkaraya menjadi salah satu kota yang terdampak dari asap dari kebakaran hutan dan lahan. Kini angka Air Quality Index Palangkaraya mencapai 1939 yang artinya sangat jauh dari kata aman atau sehat.

Data Air Quality Index (AQI) yang digunakan AirVisual mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

"Just wow. The city of Palangkaraya, Indonesia Air Quality Index (AQI) 1939 now. The high amount of pollutants may be caused by the ongoing forest firest in the region. But, AQI 1938 is it for real that high or is it a wrong reading? Never seen it that high anywhere. @MyAirVisual," tulis pemilik akun Twitter @OysteinLAnderse.


Akibat kondisi tersebut, para netizen pun mengkritik kampanye #SawitBaik yang diluncurkan pemerintah. Kampanye ini dinilai bertolak belakang dengan kondisi kabut asap yang kini sedang dihadapi masyarakat.

"Ngeluncurin kampanye #SawitBaik pas Kalimantan dan Sumatera lagi kabut asap? Mungkin pemerintah emang lagi pengen nge-troll aja kalik."

"Di saat jutaan orang sesak nafasnya akibat kebakaran hutan (perusahaan sawit), kominfo kita malah gencar campaign #SawitBaik Baik ndasmu!" sahut yang lainnya dengan nada geraman.
Imbas dari kebakaran ini nampaknya sangat progresif. Data terakhir pada pukul 23.00 WIB, Sabtu (14/9) Palangka Raya berada pada angka 655 AQI US dan kini angkanya menukik tajam.



Simak Video "88 Titik Api Masih Hantui Palangkaraya"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)