Sabtu, 14 Sep 2019 20:44 WIB

Peneliti Harvard Pantau Kebakaran Hutan Amazon Pakai Drone

Josina - detikInet
Hutan Amazon terbakar. (Foto: Reuters) Hutan Amazon terbakar. (Foto: Reuters)
Jakarta - Para peneliti dari Universitas Harvard menggunakan drone untuk memantau kondisi hutan hujan Amazon di Brasil. Diketahui hutan Amazon tengah mengalami bencana kebakaran yang hebat.

Drone tersebut dibenamkan dengan sistem sensor yang membuat drone dapat memantau kesehatan hutan dan memahami bagaimana hutan merespons terhadap perubahan iklim, penggundulan hutan, hingga kebakaran.




Dilansir detiKINET dari Endgadget, Sabtu (14/9/2019), setiap tumbuhan memancarkan ciri khas senyawa organik (volatile organic compound/VOC) yang berbeda. Atau bisa dibilang 'sidik jari' yang dapat berubah berdasarkan faktor-faktor seperti kekeringan atau banjir.

Dengan memantau sinyal-sinyal ini, para ilmuwan dapat mempelajari bagaimana ekosistem hutan beradaptasi dengan pemicu bencana. VOC Amazon sebelumnya hanya dipantau oleh beberapa menara yang dibangun dalam satu jenis ekosistem. Selain itu, data yang diberikannya terbatas dan kurang akurat.




Sejak tahun 2017, para peneliti dari Harvard, Amazonas State University (UEA), dan Yayasan Dukungan Penelitian Negara Amazonas (FAPEAM) telah bekerja sama pada sistem berbasis drone untuk memetakan VOC yang dipancarkan di berbagai ekosistem di Amazonia pusat.

Penelitian mereka yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Science, membuktikan bahwa ekosistem yang berbeda memiliki ciri khas VOC berbeda.

"Penelitian ini menyoroti betapa sedikitnya kita memahami heterogenitas hutan dengan dibantu teknologi drone kita dapat memahami dan mengukur emisi VOC di berbagai ekosistem hutan dalam mensimulasi model kualitas iklim dan udara," ujar Profesor Harvard, Scot Martin.




Selanjutnya, para peneliti berencana untuk mencoba lebih banyak memantau ekosistem hutan Amazon di sekitar lembah-lembah yang tergenang air di sepanjang sungai.

Mereka akan menggunakan perahu sebagai alat penelitian dan berharap untuk menguji tiga armada pesawat tak berawak.

Kemajuan dalam teknologi drone dapat membuat penelitian seperti ini lebih umum. Beberapa waktu lalu Boeing mengembangkan drone bertenaga surya untuk mengumpulkan data iklim dan penelitian atmosfer.






Simak Video "Dugaan di Balik Kebakaran Hutan Amazon"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/krs)