Selasa, 10 Sep 2019 12:10 WIB

Bukalapak PHK Karyawan

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
FOKUS BERITA PHK Bukalapak
Jakarta - Kabar tidak sedap berembus dari salah satu startup unicorn Indonesia, Bukalapak. Startup yang didirikan Achmad Zaky ini kabarnya sedang melakukan pemangkasan jumlah karyawan (PHK) secara besar-besaran.

Sumber detikINET menyebutkan, PHK ini menimpa sejumlah divisi. Di samping itu, Bukalapak juga dikabarkan menutup kantornya yang berada di Medan dan Surabaya. Meski demikian, tidak diketahui jumlah pasti karyawan yang terkena perampingan ini.



"Restrukturisasi katanya. Gak cuma satu divisi," kata sumber detikINET. Dia juga menyebutkan hari ini, Selasa (10/9/2019), akan ada pertemuan untuk mengumpulkan semua karyawan yang terdampak terkait keputusan perusahaan.

detikINET berupaya menghubungi pihak Bukalapak untuk meminta konfirmasi terkait kabar ini. Menanggapi laporan ini, pihak Bukalapak mengonfirmasi telah melakukan pengurangan pegawai sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.

Bukalapak dikenal sebagai situs e-commerce yang identik dengan warna marun. Situs ini pertama kali dibuat pada awal 2010 oleh sang CEO Achmad Zaky.

Pengalaman kurang menyenangkan yang didapat ketika berbelanja online melatarbelakangi visi Bukalapak.com untuk menyediakan tempat jual-beli online yang aman bagi semua orang.



Seiring perjalanannya, Bukalapak semakin besar dan menarik minat investor menyuntikkan modal. Sejauh ini, tercatat ada Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek yang menyuntikkan modal pada Bukalapak.

Bukalapak kemudian dinobatkan sebagai startup unicorn keempat yang dimiliki Indonesia. Unicorn adalah sebutan untuk startup digital kapitalisasi pasarnya sudah mencapai minimal USD 1 miliar.


PHK bukan akhir dari segalanya. Tonton video inspirasi bisnis Topreneur berikut ini:

(rns/krs)
FOKUS BERITA PHK Bukalapak