Kamis, 05 Sep 2019 09:09 WIB

YouTube Hapus 30 Ribu Video Kebencian

Josina - detikInet
Ilustrasi YouTube. (Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker) Ilustrasi YouTube. (Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker)
Jakarta - Dalam postingan blog resmi yang dipublikasikan Selasa (3/9/2019), dilaporkan bahwa YouTube telah menghapus lebih dari 30 ribu video berisikan konten ujaran kebencian. Selain itu mereka juga mengumumkan akan memperbarui kebijakan.

"Kami telah menghapus konten berbahaya sejak YouTube dimulai, tetapi investasi kami pada pekerjaan ini telah meningkat selama beberapa akhir tahun ini," tulis YouTube seperti dilansir detikINET dari Digital Trends, Rabu (4//9/2019).




"Karena pekerjaan yang sedang berlangsung ini, selama 18 bulan terakhir kami telah mengurangi jumlah penayangan video yang kemudian dihapus karena melanggar kebijakan kami hingga 80% dan kami terus berupaya untuk mengurangi jumlah ini lebih jauh lagi," tambahnya.

Pada pembaruan YouTube dijelaskan akan segera hadir di mana akan fokus pada penghapusan konten, meningkatkan otoritas suara, memberi penghargaan kepada creator terpercaya dan mengurangi penyebaran materi yang melanggar kebijakan.

"Kami berusaha keras untuk memastikan konten yang melanggar aturan kami tidak banyak dilihat atau bahkan dilihat sama sekali, sebelum dihapus," tambah YouTube.

Ditambahkan YouTube bahwa video berisi konten ujaran kebencian yang dihapus selama bulan terakhir hanya mewakili sekitar 3% dari total video yang memiliki konten dalam jangka waktu yang sama.




Diketahui dalam setahun ini YouTube telah beberapa kali memberikan pembaruan terkait kebijakan platformnya. Pada bulan April YouTube memprbarui kebijakan pelecehan terhadap sesama kreator.

Lalu di bulan Juni, YouTube juga telah mempertimbangkan perubahan pada algoritme rekomendasinya yang berhubungan dengan video yang ditujukan untuk anak-anak. Menurut laporan, Komisi Perdagangan Federal (FTC) sedang dalam tahap akhir menyelidiki pengawasan platform anak-anak. Kemudian di bulan Agustus, YouTube digugat oleh sebuah kelompok kreator YouTube. Pasalnya, YouTube dinilai melakukan diskriminasi bagi komunitas dan kreator LGBTQ.




Simak Video "Pemilik Akun @agusmatta2 Diciduk karena Dugaan Provokasi soal Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com