Rabu, 04 Sep 2019 09:26 WIB

Cara Mudah Bikin Blog atau Email dengan Domain Murah Meriah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: domain .id Foto: domain .id
Jakarta - Untuk meningkatkan jumlah pengguna domain internet .id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengobral harga jual hanya USD 1 atau kurs Rp 14.211 pada hari ini, untuk domain lokal tersebut kepada pelanggan.

Harga jual tersebut mulai efektif per 17 September tahun ini. Tidak semua domain diberi harga miring, PANDI hanya menawarkan untuk my.id

Ketua Umum PANDI Yudho Giri Sucahyo menjelaskan domain my.id memiliki keunikan tersendiri bagi penggunanya yang dinilai tepat digunakan sebagai alamat blog dan atau e-mail pribadi.



"Domain ini juga menarik dan seksi, karena merepresentasikan 'my international domain' atau 'my identity'. Sehingga menjadikan my.id dapat digunakan untuk sarana identifikasi identitas diri di jagat maya yang berlaku bagi setiap personal di mana pun di seluruh dunia," ujar Yudho dalam keterangan persnya, Selasa (3/9/2019).

Upaya menggenjot pengguna my.id ini pun dipermudah saat proses verifikasinya. Disebutkannya, calon pengguna tidak memerlukan verifikasi dokumen apa pun, kecuali verifikasi e-mail yang masih aktif.

Adapun domain tersebut, selain dipasarkan di dalam negeri, juga dipasarkan ke luar negeri. Di pasar internasional itu juga, PANDI memasarkan domain biz.id dan .id. Sedangkan domain lainnya hanya dipasarkan di dalam negeri, yakni co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id, dan desa.id.

Sebagai informasi, PANDI dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006 untuk menjadi registri domain .id. Pada 29 Juni 2007, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, kecuali domain go.id dan mil.id.

Kemudian pada 16 September 2014, pemerintah menetapkan organisasi nirlaba tersebut sebagai registri nama domain tingkat tinggi Indonesia. Per Agustus tahun ini, PANDI mencatat ada 330.207 nama domain yang dikelolanya.

Sesuai dengan regulasi di Indonesia, sebagai registri domain .id, PANDI akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah RI.



"Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia. Jika di kemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan pornografi, perjudian, children abuse, SARA, dan sebagainya, PANDI akan menggunakan hak untuk men-suspend atau mematikan domain .id tersebut," tegas Yudho.

Simak Video "Kata YouTuber Tekno Soal Trio iPhone 11"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com