Selasa, 27 Agu 2019 08:45 WIB

Mungkinkah Semua Profesi Digantikan Robot di Masa Depan?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Ilustrasi robot. Foto: Istimewa Ilustrasi robot. Foto: Istimewa
Jakarta - Di era kemajuan teknologi, banyak tenaga manusia yang tergantikan oleh robot. Alasannya beragam, mulai dari kepraktisan hingga upaya menghemat anggaran. Tapi mungkinkah di masa depan semua profesi bakal tergantikan robot?

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Ir Heru Dewanto MSc(Eng.), IPU memberikan pandangannya baru-baru ini saat berkunjung ke kantor detikcom.



"Kaitannya sama revolusi ke depan, jadi jawabannya iya dan nggak. Iya, artinya sebagian profesi itu bisa digantikan oleh robot. Tapi pada saat yang bersamaan juga muncul profesi baru, contohnya ya yang buat robot," ujarnya.

"Paling sederhana misalnya kasir. Ke depan mungkin nggak butuh lagi (kasir) tapi kan ada yang harus bikin robot kasir ini," sambungnya.

Masih kata Heru, kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan sehingga kita tak bisa menghentikannya. Yang bisa dilakukan adalah beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut dan memanfaatkannya.

"YouTuber itu kan profesi baru, dulu nggak ada. Luar biasa kan yang dihasilkan teknologi digital ini. (Teknologi) digital ini membuka akses kebanyakan yang nggak ada sebelumnya. Sekarang pasar kita terbuka, kita mau jual ke China, ke mana aja terbuka," ujarnya.

Nah kalau profesi engineer atau insinyur sendiri bagaimana? Dulu bisa dibilang semua orang mau jadi seperti Si Doel, karakter yang diperankan aktor lawas Rano Karno, seorang insinyur muda dan pintar. Namun sekarang fakta menunjukkan dari tahun ke tahun angka anak yang masuk ke jurusan teknik justru mengalami penurunan menurut penjelasan Heru.

Padahal, dijelaskan Ketua Komunikasi, Media, dan Penghargaan PII Ir Kiki Taher dalam kesempatan yang sama, sebenarnya insinyur justru masuk kategori pekerjaan yang menjanjikan di era digital.



"Di GoJek itu ada sekitar 2 ribu engineer yang jadi developer, bulan lalu ya kita baru berkumpul sama anak-anak muda developer-developer di bidang digital," ujarnya.

Beberapa di antaranya juga banyak yang menjadi software engineer. Dengan kata lain, ada banyak peluang untuk bekerja dalam perusahaan start up yang potensial.

Simak Video "Mindar, Robot Pendeta Buddha dari Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com