Perangi Google, Penerbit Bikin E-Library Sendiri
- detikInet
Jakarta -
Sehubungan dengan niat Google untuk membangun perpustakaan online yang sempat menjadi perdebatan di kalangan penerbit, akhirnya salah satu penerbit Jerman memutuskan untuk membuat layanan serupa yang akan dikelola sendiri. Kesel nih ceritanya?Beberapa waktu lalu, para penerbit memang sempat berang dengan niatan Google untuk memindai buku-buku yang dilindungi hak cipta dengan maksud membuat buku-buku itu dapat diperoleh secara online.Pasalnya, pemindaian itu dilakukan tanpa izin. Terlebih lagi, kaum kritikus menganggap tindakan pembuatan repositori digital tersebut akan memberikan celah bagi Google untuk memonopoli budaya.Alhasil, Asosiasi Penerbit Buku Jerman pun mengambil langkah konkrit untuk memerangi aksi Google ini. Mereka bertekad membuat sistim repositori koleksi buku mereka secara digital tahun depan.Dengan begitu, buku-buku teks koleksi mereka akan mudah untuk dicari dan diperoleh secara online lewat jasa mesin cari juga. Yang jelas perusahaan mesin cari itu bukan Google.Sementara itu, pihak Google sendiri sebetulnya sekarang ini telah memiliki perjanjian dengan sejumlah penerbit soal izin pemindaian buku-buku keluaran mereka. Lewat pemindaian ini, pembaca dimungkinkan untuk mencari buku teks lewat internet, meski hasil yang ditampilkan hanyalah sebagian kecil dari isi buku.Hal lain yang akan dilakukan Asosiasi Penerbit Buku Jerman ini mengatakan, untuk ke depannya mereka akan membangun portal mesin cari sendiri yang akan menawarkan layanan peminjaman buku online. Sekiranya portal perpustakaan online ini akan menyaingi Google, Yahoo!, dan Lycos."Kami tak ingin Google pegang kendali untuk buku-buku teks secara online. Seharusnya penerbit yang punya kah itu," tandas Matthias Ulmer, Pemimpin Proyek, seperti dilansir Reuters yang dikutip detikinet Senin (24/10/2005).Ulmer pun menambahkan, portal buatannya nanti akan pula membangun jaringan yang memungkinkan Google maupun portal mesin cari lain untuk dapat mencari data ke server mereka tanpa harus melihat kontennya secara keseluruhan.
(ien/)