Minggu, 18 Agu 2019 23:15 WIB

Ojek Online Ini Lirik Peluang di Pasar Tradisional

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Bonceng Foto: Dok. Bonceng
Jakarta - Perusahaan ojek online Bonceng menggarap peluang yang ada di ranah pasar tradisional, yaitu berkolaborasi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

Bentuk kolaborasi itu adalah dengan bekerja sama dengan memasarkan dagangan di pasar tradisional yang mereka berni nama Bonceng Pasar. Dengan fitur ini, para konsumen bisa langsung belanja dari rumah dan langsung diantarkan ke rumah oleh driver Bonceng.

Ya, Bonceng akan turut serta memasarkan barang-barang jualan milik para pedagang di pasar-pasar tradisional di aplikasinya. Sehingga, para konsumen bisa langsung belanja dari rumah dan langsung diantarkan ke rumah oleh driver Bonceng.

"Terubosan ini diambil karena kami terenyuh melihat ketidakberdayaan para pedagang pasar tradisional yang semakin terjepit dan terpinggirkan dengan gempuran ritel modern yang disokong modal Jumbo. Pasar-pasar tradisional semakin sepi dan pedagang kehilangan pelanggan yang datang", ujar Faiz, CEO Bonceng dalam keterangan yang diterima detikINET.

Bonceng Pasar diklaim akan membantu pedagang kecil, mendekatkan pasar tradisional dengan kemajuan teknologi, memudahkan konsumen membeli produk-produk di pasar tradisional tanpa harus repot keluar rumah.


Memudahkan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional melalui aplikasi dan mendapatkan produk-produk yang lebih higienis, segar, dan murah. Bonceng Pasar menjamin setiap produk pasar tradisional melalui proses quality control yang teliti dan ketat. Sehingga produk-produk lokal pasar tradisional dapat sepenuhnya bersaing menghadapi produk impor.

"Kita berharap juga Bonceng Pasar ini menjadi satu simbol kemerdekaan bagi para pedagang pasar kita melawan ritel modern", imbuh ketua IKAPPI, Abdullah Mansuri dalam keterangan yang sama.

Saat ini, sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek sudah terdata untuk ditampilkan di aplikasi Bonceng. Verifikasi pedagang-pedagang tengah berlangsung. Target jangka pendek, Bonceng akan menampilkan barang belanja dari ratusan pasar tradisional di Jabodetabek.

Bonceng optimistis terobosan ini akan mendapat atensi besar dari para konsumennya. Selain itu, Bonceng berharap strategi yang dimunculkan ini dapat lebih menggerakkan ekonomi kecil dan menengah alias ekonomi rakyat.

Perlu diketahui, eksistensi Bonceng telah memasuki semester kedua di tahun pertamanya. Saat ini, Bonceng tengah mengejar penyelesaian integrasi sistem pembayaran dengan LinkAja milik pemerintah agar mulai dapat beroperasi penuh dan mengaktifkan 55.000 lebih driver yang sudah mendaftar.

Faiz menyampaikan, selama semester pertama tahun ini, Bonceng terpaksa membekukan semua aktivitas di lapangan. Ini disebabkan sejak awal Januari integrasi payment e-cash bank mandiri yang terhenti akibat kebijakan pemerintah membentuk LinkAja pada awal Januari. LinkAja sendiri launching pada akhir Juni, dan baru membuka tunnel integrasi teknis dengan Bonceng mulai Juli kemarin.

Simak Video "Dear Pengguna Ojol, Ini Tarif Baru yang Berlaku Mulai September"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)