Selasa, 13 Agu 2019 20:40 WIB

CEO GoPay Cerita Awali Karier dari Jual Furniture hingga Panci

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Screenshot akun Youtube @skinnyindonesian24 Foto: Screenshot akun Youtube @skinnyindonesian24
Jakarta - CEO GoPay Aldi Haryopratomo mengungkapkan manfaat dari layanan keuangan non tunai yang kini sudah mulai merambah pada usaha kecil. Pada mulanya, Aldi bercerita ia pernah berjualan furniture, hingga bisa menemukan solusi untuk memberdayakan pengusaha kecil lewat GoPay.

Hal tersebut disampaikan Aldi dalam unggahan video dari akun YouTube @skinnyindonesian24. Sebelum bergabung dengan GoJek, Aldi membangun dan mengembangkan PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda) atau biasa disebut Mapan, sebuah perusahaan yang menjual produk furniture dan pada 2017 di akuisisi oleh GoJek.

"Jadi dulu gue jualan furniture. Karena walaupun sekarang gue di GoPay, sebelumnya gue di Arisan Mapan. Jadi banyak loh orang yang mau beli furniture, beli panci, sprei itu masih kredit, karena ngga mampu bayar cash," ujar Aldi, dalam akun Youtube @skinnyindonesian24 yang detikInet lihat, Selasa (13/8/2019).




Dari awal karier, Aldi berpikir bagaimana caranya memberi akses layanan keuangan untuk orang, terutama bagi yang kurang mampu. Berkaca dari karier di PT RUMA, ia mengaku banyak orang yang ingin memiliki beragam furniture, bahkan rumah, namun kendalanya tidak memiliki keuangan yang cukup. Jika memilih kredit, harga barang pun melambung tinggi.

"Dan kalau pakai kredit kan harganya lebih mahal. Karena harga kredit kan bisa sampai dua kali lipat. Mereka bayar cash nggak mampu, tapi mau cicil dengan harga cash, bagaimana caranya. Nah, kita bantu mereka bikin kelompok berlima, atau bisa banyak lah. Nanti mereka setiap orang bayar per bulannya, satu orang bisa dapat barang di bulan itu, bulan depan gantian dan akhirnya semua orang bisa dapat barangnya. Bisa nyicil, tapi harganya tetap harga cash," jelasnya.

"Tujuannya kenapa? Dengan mereka begini kan bisa lebih hemat. Ini jadi langkah untuk masa depan mereka jadi lebih mapan," tambahnya.

Terakhir, Aldi berpikir untuk menyiasati memberikan akses keuangan bagi masyarakat kecil agar setara dengan masyarakat menengah, khususnya dalam keuangan formal seperti bank.

Menurutnya, kehadiran GoPay menjadi solusi bagi mereka untuk bisa memiliki akses tersebut, seperti untuk kredit rumah, diperlukan semacam slip gaji atau laporan keuangan usaha. Dengan menggunakan GoPay, laporan keuangan bisa langsung tercatat sehingga bisa menjadi alat bukti untuk mengajukan pembiayaan.

"Kebanyakan masyarakat Indonesia nggak punya nih tabungan atau akses ke layanan keuangan yang formal. Padahal banyak bank yang mau ngasih. Kenapa mereka susah, karena misalnya dia jualan pisang goreng, dan cash. Dia datang ke bank dan butuh KPR, ada nggak buktinya kalau dia bisa bayar, nggak ada kan, karena transaksinya cash semua. Tapi kalau misalkan pakai GoPay, kan kelihatan tuh, banyaknya jualan pisang goreng, jualan tahu goreng," bebernya.




Aldi menambahkan, kehadiran GoPay ingin membantu para pengusaha-pengusaha kecil supaya bisa berkembang menjadi perusahaan besar. Diakuinya, menjadi perusahaan besar tentu memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah permodalan untuk pengembangan bisnis.

"Misal kalau mereka mau buka cabang, terus minta pinjaman, nggak bisa karena tidak ada sejarah transaksinya. Tapi kalau pakai GoPay kan sudah ada transaksinya," ujarnya.

Dalam tayangan tersebut, Andovi da Lopez & Jovial da Lopez mengikuti keseharian CEO GoPay dan melihat apakah Aldi benar-benar bisa hidup Tanpa cash, hanya mengandalkan saldo GoPay. Ternyata hasilnya sangat menarik. Mulai dari membeli makan di rumah makan, ke toilet umum hingga belanja di supermarket Aldi bisa membuktikan dalam keseharian bisa mengandalkan transaksi lewat GoPay.




Simak Video "Kemeriahan Kompetisi PUBG Mobile di Jakarta "
[Gambas:Video 20detik]
(akn/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed