Selasa, 13 Agu 2019 19:04 WIB

Mau Ubah Budaya Ngaret? Ini Kata Penulis 'Never Be Late Again'

Nurcholis Maarif - detikInet
Foto: dok grab Foto: dok grab
Jakarta - Kebanyakan orang pasti tidak menyukai keterlambatan atau biasa dikenal dengan ngaret. Aktivitas ini menjadi buruk saat sudah menjadi kebiasaan dan sangat sulit untuk mengubahnya. Namun, menurut Diana DeLonzor, penulis buku Never Be Late Again, dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan ngaret yang sudah mengakar dalam seseorang bisa diubah.

Dilansir dari Time, DeLonzor menjelaskan seseorang yang ingin mengubah kebiasaan ngaretnya harus bisa mengidentifikasi dirinya lebih dulu. Misalnya, bisa mulai dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti, apa jenis ngaretmu? apakah kamu ngaret dalam beberapa hal atau untuk semuanya? lalu, apa yang membuat kamu ngaret?




Setelah terjawab, orang ini bisa mengikuti langkah-langkah untuk menghilangkan kebiasaan ngaret. Pertama, mempelajari waktu yang dibutuhkan untuk daftar pekerjaan rutin yang biasa dilakukan sehari-sehari. Kedua, jangan pernah berencana untuk tepat waktu tetapi kerjakan atau datanglah sebelum waktunya. Karena orang yang suka ngaret selalu bertujuan untuk tiba pada waktu terakhir tanpa memberikan ruang waktu untuk kemungkinan lain seperti macet atau lainnya.

Ketiga, menunggu lebih baik. Untuk menghilangi kebosanan, orang ini bisa membawa majalah atau menelepon teman dengan ponselmu atau dengan aktivitas lain. Terakhir, jika dia tinggal tinggal dalam lingkungan yang suka ngaret, cobalah buat kesepakatan. Misalnya jika seorang telat dalam suatu pertemuan, maka harus mentraktir semua yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Selanjutnya, untuk urusan transportasi yang dapat mengatasi budaya ngaret, bisa menggunakan layanan GrabBike. Karena GrabBike punya empat fitur untuk para pejuang anti ngaret. Mulai dari adanya 5 juta titik jemput yang lebih akurat, venues untuk mendapatkan panduan visual menuju titik jemput terdekat, saved placed untuk pemesanan lebih cepat, dan layanan GrabNow.




General Manager Marketing Grab Indonesia, Daniel Van Leeuwen mengatakan bahwa Grab ingin membantu mereka yang disebut pejuang #AntiNgaret agar bisa mencapai tujuan on time. Menurutnya, Grab menjadikan GrabBike sebagai armada pendukung mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, misalnya dengan ketepatan waktu penjemputan.

"Hal ini sejalan dengan misi baru kami untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman," ucap Daniel.




Simak Video "GrabExpress Siap Antar Paket ke 50 Alamat Sekaligus"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/mpr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed