Sabtu, 27 Jul 2019 21:03 WIB

Dear Fresh Graduate, Ada Kesempatan Lebih Besar ketimbang #Gaji8Juta

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi startup. Foto: Internet Ilustrasi startup. Foto: Internet
Jakarta - Kamu anak fresh graduate yang sedang mengincar pekerjaan di startup? Kalau kamu 'cuma' mengincar gaji lebih besar dari Rp 8 juta seperti yang sedang viral belakangan ini, coba simak dulu yang satu ini.

Salah satu hal yang membuat startup jadi incaran anak-anak muda adalah, konon gajinya yang berlipat kali dari upah minimum provinsi (UMP). Bahkan fenomena startup ini dinilai sebagian kalangan mendobrak standar gaji, termasuk untuk fresh graduate. Apa benar?

Ditanya pendapatnya mengenai hal ini, Yansen Kamto yang dikenal sebagai bapak startup Indonesia, mengaku tidak setuju dengan anggapan tersebut. Menurutnya, gaji besar mungkin ada di perusahaan startup unicorn, yang berarti valuasi startup tersebut sedikitnya mencapai USD 1 miliar (setara Rp 13 triliun). Faktanya, tidak semua startup valuasinya mencapai angka yang sangat fantastis itu.




"Gak semua. Untuk startup yang sudah besar, iya (gajinya besar). Tapi kan banyak juga startup lain yang masih merintis pasar dan bisnisnya, belum mencapai omzet yang kemudian bisa diberikan dalam bentuk gaji berdigit banyak ke karyawannya," kata Yansen, saat berbincang dengan detikINET, Sabtu (27/8/2019).

Founder dari Kinesys Group ini juga menambahkan, kemampuan seseorang menjadi fokus utama dalam perekrutan karyawan, tidak peduli dari kampus mana seseorang itu berasal.

"Kalau saya lebih melihat skill, apa yang bisa dia lakukan, pengalaman dia. (Mengenai) dia lulusan universitas mana, dari kampus luar negeri sekalipun, kalau kenyataannya di lapangan dia gak mampu ketika bertemu orang, gak bisa menjalankan tugasnya ya percuma," ujarnya.




Ketimbang membahas gaji, Yansen lebih ingin agar anak-anak muda terutama mereka yang baru lulus, bisa melihat peluang yang lebih besar.

Dear Fresh Graduate, Ada Kesempatan Lebih Besar Ketimbang #Gaji8Juta Founder Kinesys Group Yansen Kamto. Foto: Rachmatunnisa/detikINET



"Ya tentu saja boleh cari kerjaan dengan gaji standarnya berapa misalnya. Tapi coba lihat peluang. Dan tanya ke diri sendiri, udah siap belum kerja di Gojek misalnya. Apa yang bisa kamu kasih. Kalau belum memberi sudah meminta, menurut saya jangan," sarannya.

Disebutkannya, anak-anak muda harus melek betapa besarnya potensi startup di Indonesia. Namun yang tidak kalah penting menurutnya adalah dampak yang diciptakan dari startup. Inilah peluang besar yang harus ditangkap.

"Entah itu anak muda ini mau mulai kerja di startup atau mereka melihat peluang untuk jadi entrepreneur, lihatlah ini ada banyak kesempatan kita menciptakan impact untuk percepatan ekonomi," terangnya.

Melihat besarnya peluang industri digital dan startup digital di masa depan, menurut Yansen, diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang melek di industri ini.




"Persiapkan diri kalian. Mungkin ikut inkubasi, ikutan komunitas yang memberi impact, dan lain-lain yang meng-upgrade diri kalian. Persiapkan diri kalian untuk dilirik," pesannya.

Sebagai penutup, pria berkepala pelontos ini mengingatkan generasi muda untuk tangkas menangkap peluang besar tersebut, ketimbang hanya terpikir lulus, bekerja dan mengejar gaji besar.

"Mindset-nya harus diubah. Peluang industri ini terlalu besar, jangan sampai ketinggalan. Jangan terkungkung dengan mindset cari kerja, gaji besar, tapi lihat peluang yang impact-nya jauh lebih besar," tutupnya.




Simak Video "Kota Ekosistem Potensial Startup, Jakarta Duduki Peringkat ke-33"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed