Kamis, 25 Jul 2019 10:47 WIB

Kimi Hime Minta Tolong Presiden Jokowi

Adi Fida Rahman - detikInet
Halaman 1 dari 2
Foto: Instagram @kimi.hime Foto: Instagram @kimi.hime
Jakarta - Setelah sebagian kontennya diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), YouTuber Kimi Hime angkat bicara. Dia menyangkal tuduhan yang dialamatkan padanya dan meminta pertolongan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan persoalan ini.

Lewat video berdurasi 20 menit 50 detik di channel-nya, Kimi merespon semua pemberitaan dan tuduhan soal kontennya yang dianggap vulgar.


Kimi mengatakan dirinya sempat dihubungi pihak YouTube beberapa hari lalu terkait panggilan Kominfo. Dia memberi sedikit alasan kenapa tak kunjung memenuhi undangan dari Kominfo.

"Selama ini hubungannya melalui perantara, yakni YouTube," ujarnya.

Kimi kemudian membeberkan siapa saja penonton channel YouTubenya selama ini untuk menjawab tudingan banyak anak-anak yang menonton kontennya. Sebagian besar penontonnya berumur 18-24 tahun. Selebihnya di usia 25 hingga 44 tahun. Sementara yang berusia di bawah 17 tahun hanya 16% saja.

"(Kalau dibilang) Penonton saya kebanyakan anak-anak adalah salah. Kalau ada orang tua yang merasa bahwa konten saya untuk anak-anak tidak benar." tegas Kimi.

Dia pun mengingatkan para orang tua bahwa YouTube bukan untuk anak-anak saja, tapi untuk semua umur. Untuk anak-anak ada fitur yang namanya YouTube Kids.

"YouTube itu untuk semua umur dan golongan. Dan kita kreator bikin konten untuk menghibur, dan saya tidak bisa melarang anak-anak apabila meraka melihat konten saya. Di sini peran orang tua lebih diutamakan. Karena di sini orang tua harusnya mengawasi apa yang dimasukkan dan dicerna oleh anak-anak mereka," kata Kimi.


Video: YouTuber Kimi Hime Buka-bukaan soal Dipanggil Kominfo

[Gambas:Video 20detik]



Tegas Tidak Melanggar

Kimi berpendapat pemblokiran konten bukan solusi sebenarnya. Memblokir lebih mencegah tapi tidak menangani. Karena di luar sana, internet terhubung dengan banyak hal, tidak hanya channel YouTube miliknya saja.

Perempuan bernama lengkap Kimberly Khoe itu merasa kontennya tidak bermasalah. Pasalnya kontennya tidak melanggar guideline dari YouTube maupun UU Pornografi.

"Dari semua pasal (UU Pornografi) tersebut tidak ada konten yang Kimi buat di channel, baik thumbnail atau isi konten. Tapi kenyataan, ada tiga video yang dihapus oleh YouTube," katanya.

Kimi menilai tiga video tersebut tidak seharusnya diblokir. Misalnya soal buka baju, dia merasa tidak bilang kalau akan membuka baju yang dikenakannya atau baju di dalam game.

"Jadi itu tidak bisa dibilang melanggar. Kimi tidak melakukan itu," ujarnya.


"Kalau memang ada yang berpikir, dari Kominfo, bahwa ini mengarah ke seksual, saya merasa mungkin memang pemikiran kalian saja yang kontennya seksual, padahal tidak ada," tegas Kimi.

Halaman selanjutnya: Tolong Pak Jokowi (afr/fyk)