Sabtu, 20 Jul 2019 10:00 WIB

Pembangunan SDM Jadi Fokus RI, Huawei Tegaskan Dukungan

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Dalam pemaparan visi beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap keinginan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada periode kedua kepemimpinan. Huawei mendukung penuh pengembangan SDM Indonesia.

Huawei menyatakan komitmen dalam mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia lewat kerja sama pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM Indonesia dengan berbagai pihak. Salah satunya lewat program kemitraan pengembangan dan peningkatan kompetensi lulusan SMK dalam bentuk pelatihan instalasi perangkat BTS dan Microwave serta sertifikasi bagi 1.000 pencari kerja di bawah naungan Kemenaker RI.




"Program Smart Generation (SmartGen) ini merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan SDM terampil Indonesia guna meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar tenaga kerja di industri TIK," kata CEO Huawei CNBG Indonesia Andy Ma Hui di Jakarta, dalam pernyataan pers.

Dipaparkan Andy, sejak 2009 Huawei Indonesia senantiasa konsisten dalam melakukan pengembangan SDM di sektor TIK. Hingga 2018, sejumlah program Huawei dalam pengembangan kapasitas SDM Indonesia telah menyentuh sedikitnya 12.000 insinyur dan 5,000 siswa/mahasiswa di sektor tersebut. setiap tahun, Huawei juga menggelar pelatihan bagi sedikitnya 1.000 tenaga profesional dari mitra industri.

Menurut Andy Ma, memasuki era industri 4.0 dan teknologi digital, kompetisi bisnis dan pembangunan akan bergantung pada kompetensi SDM. Oleh sebab itu, Huawei menilai Indonesia perlu fokus terhadap peningkatan kualitas SDM.




Lewat gelaran program SmartGen ICT Training bersama Kemenaker RI, Huawei menargetkan untuk melatih dan mensertifikasi bagi para pencari kerja dari tingkat SD, SMK, hingga S1 yang berada di bawah binaan Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Kemenaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program SmartGen tersebut merupakan tindak lanjut atas MoU yang disepakati pada 2018 lalu.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (BINALATTAS), Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satrio Lelono menyambut baik kerja sama strategis ini. Ia juga berharap dengan model kemitraan itu Balai Latihan Kerja Kemenaker bisa menjadi wadah untuk proses penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi.



"Kemitraan dengan pelaku industri seperti Huawei merupakan solusi dalam menjembatani kompetensi para pencari kerja dengan kebutuhan industri," katanya.

Sehubungan dengan itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail turut menyatakan pentingnya pengembangan SDM dalam membangun ekosistem digital di Indonesia.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Huawei Indonesia untuk Indonesia, baik dalam hal alih teknologi dan pengembangan SDM digital yang telah berlangsung sejak 2009. Pemerintah berharap agar Huawei terus dapat meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak serta senantiasa memberikan teknologi dan layanan terbaik bagi Indonesia," kata Ismail.




Simak Video "Senyum Presiden Jokowi di Pameran Foto "Membangun Indonesia""
[Gambas:Video 20detik]
(krs/krs)