Selasa, 09 Jul 2019 07:50 WIB

Pengguna Smartphone RI Sudah Melek Backup Data, Tapi...

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Jakarta - 81%. Itu adalah persentase dari masyarakat Indonesia yang sudah menyadari bahwa melakukan backup data di ponsel penting adanya.

Angka tersebut muncul berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Deka Insight, firma riset yang berpusat di kawasan Jakarta Selatan. Kelihatannya memang tinggi, tetapi kesadaran tersebut tidak dibarengi dengan tindakan yang nyata.

Ya, kebanyakan pengguna smartphone di Tanah Air melakukan backup dengan rentang waktu yang terbilang panjang. Dalam riset tersebut, sebanyak 30% responden mengaku melakukan backup lebih lama dari 3 bulan sekali.




Hanya 20% responden yang mengaku melakukan backup sebulan sekali, disusul persentase 17% dari responden yang melakukan backup satu kali tiap tiga bulan.

Menariknya, dalam melakukan backup data ponsel, masyarakat Indonesia masih banyak menaruh kepercayaannya kepada microSD. Terbukti dari 70% responden mengaku memanfaatkan kartu memori dalam melakukan backup.

Selebihnya, ada yang mengaku menggunakan laptop atau PC (18%), flashdisk (7%), USB OTG (6%), layanan cloud seperti Google Drive atau Dropbox (6%), media sosial seperti Instagram atau Facebook (6%), dan harddisk (5%).




Menariknya, kebiasaan yang sama juga terlihat ketika memindahkan data ke perangkat baru. 66% responden mempercayai microSD sebagai medium untuk menempatkan data-datanya ke perangkat baru yang dimilikinya. Persentase yang kecil kembali tersebar untuk laptop atau PC (19%), USB OTG (6%), layanan cloud (5%), dan harddisk (4%).

Di saat yang bersamaan, Merry Tjhin, Channel Sales Manager Western Digital, mengatakan bahwa microSD menurutnya memang jadi hal paling standar dalam melakukan backup data. Jika perangkat terkait tidak menyediakan fitur itu, maka menurutnya USB OTG bisa menjadi pilihan.




"Karena itu bisa pindahkan dari satu perangkat ponsel ke perangkat ponsel lain hanya dengan plug-in dan plug-out," ujarnya saat dijumpai dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Patut diketahui bahwa laporan riset yang disusun oleh Deka Insight berjudul Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey ini dikomisikan oleh Western Digital, yang membawahi sejumlah merk seperti SanDisk.

Dalam melakukan risetnya, Deka Insight melibatkan lebih dari 1.000 responden yang tersebar di enam kota besar di Indonesia, dengan umur dan strata ekonomi yang berbeda-beda. Riset ini dilakukan mulai 27 Februari hingga 11 Maret lalu.




Simak Video "Realme Masuk ke Jajaran 5 Ponsel Ngetop di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mon/krs)