Senin, 08 Jul 2019 18:35 WIB

Empati Digital, Warisan untuk para Humas dari Pak Sutopo

Hariqo Wibawa Satria - detikInet
Ilustrasi: Andhika Akbarayansyah/detikcom Ilustrasi: Andhika Akbarayansyah/detikcom
Jakarta - Sutopo Purwo Nugroho mengabdi sebagai Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan riang dan ringan, meski humas adalah salah satu posisi yang paling menyita waktu dan berisiko. Apa modalnya?

Setelah mempelajari sosok pria yang akrab disapa pak Sutopo atau pak Topo ini, saya melihat beliau memiliki empati digital yang alami. Ia merasa lelahnya, lemburnya, hilang waktunya bersama keluarga tidak sebanding dengan kesedihan yang dialami oleh korban dalam berbagai bencana.

Empati membuat pak Sutopo berbeda dengan orang lain ketika menyebutkan jumlah korban, menceritakan kronologi, menjelaskan tahapan pencegahan bencana, dan lain-lain. Kemampuannya menempatkan diri dalam posisi korban sekaligus informan di atas rata-rata.




Dalam menyampaikan informasi lewat media sosial (medsos), pak Sutopo juga tidak menyertakan emoticon untuk mewakili perasaanya, karena bisa ditafsirkan berbeda, dan memang emoticon sebaiknya tidak digunakan dalam situasi krisis. Pak Sutopo memasukkan perasaannya lewat teks, foto, video bukan emoticon.

Konten yang disampaikan pak Sutopo menggugah emosi, karena empati pak Sutopo hadir dalam konten itu. Orang pun dengan sukarela menjadi 'buzzernya'. Ini luar biasa di tengah minimnya kolaborasi dalam menyebarkan konten yang diproduksi Kementerian dan lembaga negara.

Empati digital juga membuat pak Sutopo berusaha selalu membalas pesan wartawan, komentar warganet di medsos, meskipun kadang salah ketik huruf karena banyaknya pesan yang ditanggapi.

Ia merasa, bagaimana kalau saya yang jadi wartawan atau pengguna medsos. Bagaimana kalau pesan dan komentar saya di medsos tidak dibalas. Jika saya di posisi mereka dan seterusnya.

Empati digital membuat seseorang 'lemah' sekaligus 'kuat'. Mereka yang bekerja sebagai humas atau jurnalis bisa menangis ketika mengabarkan naiknya harga bahan-bahan pokok, mungkin di sini mereka terlihat lemah.

Tetapi mereka bisa kuat tidak tidur, lari ke sana ke mari untuk menggali informasi, agar terbit solusi bagi masyarakat terkait harga bahan pokok.

Lewat medsos dan media lain, mereka terus berusaha mendesak pemerintah dan pihak terkait mengatasi persoalan tersebut. Kenapa? karena mereka merasakan sebelum mengabarkan.

Tidak hanya kepada korban, kepada para relawan bencana pun pak Sutopo berempati. Salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah ketika ia mengapresiasi anak Pramuka dan para relawan yang membantu penanganan darurat bencana erupsi Gunung Agung di Bali tahun 2017.

Ia bahkan merasa apa yang dilakukannya sebagai humas tidak sebanding lelahnya dengan pengabdian para relawan bencana di lapangan.

Terkait empati digital, Yuhyun Park Yuhyun, Founder dan CEO Digital Intelligence Institute menuliskan, empati digital adalah satu salah satu dari delapan kecakapan hidup yang perlu diajarkan sejak dini kepada anak-anak.

Delapan kecakapan itu adalah digital citizen identity, screen time management, cybersecurity management, privacy management, critical thinking, digital footprints, digital empathy.

Sedangkan Judith Orloff, seorang psikiater dan penulis kondang menuliskan, empati adalah obat yang dibutuhkan dunia saat ini, empati adalah kualitas manusia paling berharga. Salah satu orang Indonesia yang punya empati itu adalah pak Sutopo. Kita juga punya, tinggal diasah dan dipakai.




Sayang, karena jadwalnya yang padat dan kanker paru stadium 4b yang dideritanya, pak Sutopo belum banyak membagikan pengalamannya di forum dan kampus-kampus.

Padahal, kita butuh sekali belajar menumbuhkan empati digital sebelum mengelola medsos. Sekarang adalah tugas kita membaca dan mempelajari cara pak Sutopo mengabdi.

Semoga lahir banyak tulisan, kajian bahkan film tentang beliau. Selamat jalan pak Sutopo. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun...


* Hariqo Wibawa Satria adalah Direktur Eksekutif Komunikonten dan penulis buku 'Seni Mengelola Tim Media Sosial'.


Simak Video "Jokowi-SBY Kirim Karangan Bunga Untuk Sutopo"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed