Rabu, 26 Jun 2019 21:07 WIB

Tips Atur Keuangan buat Abang Ojol

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Bagi sebagian orang yang memperoleh penghasilan tetap mungkin tidak akan merasa kesulitan mengatur keuangan antara kebutuhan dan tabungan. Karena dengan pendapatan yang pasti, mereka bisa membagi-bagi sesuai porsi kebutuhannya yang cenderung tidak berubah.

Namun, bagi orang yang bekerja dengan penghasilan harian, seperti driver ojek online (ojol) yang bahkan setiap harinya tidak tetap sering kali mengeluh karena merasa kesulitan mengatur keuangannya. Melihat fenomena tersebut, perusahaan super app Go-Jek menggandeng konsultan keuangan independen, Jouska Indonesia untuk mengetahui bagaimana mengelola keuangan bagi mitra driver yang memiliki pendapatan harian.

Co-CEO Jouska Indonesia Farah Dini Novita mengatakan bahwa pendapatan ojol yang berdasarkan "gaji" harian seringkali berpotensi membuat keuangan tidak terkontrol. Untuk itu, perlu strategi tersendiri.

"Basically kan kalau mereka mendapatkan semacam gaji lebih ke harian. Mereka bisa narik duit setiap hari. Karena tendensinya mereka bisa narik duit tiap hari, jadi ya sudah kalau besok bisa dapat duit lagi, yang sekarang bisa dihabiskan, " ujar Farah di sela-sela kegiatan sharing session Bengkel Belajar Mitra (BBM) Go-Jek bersama Jouska di Artotel Thamrin, Jakarta, Rabu (26/6/2019).




"Nah, ini mindset yang mau kita ubah bahwa setiap hari pun ketika kamu mendapatkan penghasilan, itu harus sudah di pos-posin, yang bisa disisihkan untuk tabungan, dana darurat dan lain-lain," ujarnya.

Saat sesi pelatihan, Farah memberikan semacam booklet pencatatan atau cash flow. Sebelum peserta mengisi bagian penghasilan, harus isi secara detail dulu bagian pengeluaran.

"Karena dengan tahu seberapa besar pengeluaran setiap bulan, mereka punya target berapa penghasilan yang harus didapatkan secara harian, " ujarnya.

Farah menjelaskan, dengan mengetahui pos-pos pengeluaran, seseorang akan mampu mengontrol seberapa besar uang yang harus dikeluarkan di salah satu pos. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan juga prioritas kebutuhan agar tahu mana saja pengeluaran yang harus didahulukan.

"Jadi pertama mereka harus tahu dulu pengeluaran rutin bulanan mereka apa yang sudah pasti. Misalnya kontrakan, Rp 1 juta. Ya sudah Rp 1 juta dibagi berapa hari mereka kerja, misalnya 30 hari, berarti untuk Rp 30 ribuan per hari. Dari situ mereka tahu kalau dari sehari penghasilan Rp 150 ribu, itu disisihkan untuk apa saja. Karena kalau misalnya mereka tidak tahu pos-posnya, maka uang itu bisa habis," ujarnya.

Jadi, lanjut Farah, seseorang harus tahu kebutuhan primer atau pokoknya dulu apa saja. Kemudian yang sifatnya wajib seperti bayar cicilan, asuransi dan lain-lain.

"Sekunder itu otomatis untuk yang terakhir," ujarnya.

Setelah pengeluaran secara detail di breakdown, maka kita bisa tahu berapa yang harus didapatkan misalkan dalam waktu 1 bulan. Apalagi, kini Go-Jek juga memberikan fasilitas kepada mitra dengan program Swadaya. Di mana mitra bisa memilih investasi keuangan ke depan seperti asuransi, hingga cicilan rumah atau kendaraan bermotor.

"Kalau kita di rumah sebagai freelancer kita nggak dapat fasilitas apa-apa. Sedangkan Go-Jek ini punya fasilitas yang bisa dimanfaatkan para mitra. Contohnya program menabung harian, itu bagus banget. Jadi itu melatih driver Go-Jek yang menerima pendapatan harian, bisa menabung harian juga. Itu mendisiplinkan mereka ya, tahu-tahu akhir bulan bisa terkumpul segini ya," ujarnya.




Head of Communication Transport Marketing Go-Jek Pingkan Irwin mengatakan, kegiatan pelatihan kelola keuangan ini merupakan upaya untuk memberi bekal ilmu kepada mitra driver mengenai kelola keuangan. Sekaligus dapat memanfaatkan beragam fasilitas dari program Go-Jek Swadaya yang telah ada dalam aplikasi driver.

"Jadi produk di Go-Jek Swadaya ini kan banyak. Mungkin bagi teman mitra GoJek yang belum pernah dapat akses seperti itu mungkin bingung. Bedanya apa sih, yang mana sih yang harus saya prioritasin. Jadi dengan adanya pelatihan dengan Jouska ini juga memberikan ilmu-ilmu yang mendasarnya juga harus paham dulu," ujarnya.

Melalui Go-Jek Swadaya, lanjut Pingkan, mitra driver dapat memilih kebutuhan finansial yang sesuai dengan dikombinasikan ilmu mengelola keuangan yang telah didapat.

"Misal saya butuh fasilitas asuransi untuk keluarga saya. Atau saya butuh fasilitas cicilan kredit untuk motor," imbuhnya.


(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed