Rabu, 26 Jun 2019 19:07 WIB

Baru Wisuda? Simak Lagi Petuah Steve Jobs dan Bill Gates Ini

Fino Yurio Kristo - detikInet
Steve Jobs. Foto: istimewa Steve Jobs. Foto: istimewa
Jakarta - Sosok tenar di jagat teknologi kadang memberikan pembekalan bagi para wisudawan. Sebut saja Bill Gates dan Steve Jobs. Mereka pernah berpidato penuh inspirasi dan motivasi.

Kebetulan, pidato tenar Jobs dan Gates pada para wisudawan terjadi bulan Juni dalam tahun yang berbeda. Jobs melakukannya di Harvard pada Juni 2005 dan Gates pada Juni 2007 di universitas yang sama. Berikut sekelumit petikan nasehat berharga mereka kala itu, dikutip dari berbagai sumber.

Steve Jobs di Universitas Harvard, Juni 2005

- Terkadang, hidup menghantammu dengan batu bata di kepala. Jangan hilang kepercayaan. Aku yakin bahwa satu-satunya hal yang membuatku tetap berjalan adalah karena aku senang dengan yang kulakukan. Kamu harus menemukan apa yang kamu suka. Sama saja apakah itu soal pekerjaanmu atau kekasihmu.

Pekerjaan akan memenuhi bagian besar dalam hidupmu dan cara satu satunya untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang kamu yakini sebagai pekerjaan yang hebat. Dan cara satu satunya untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan mencintainya.

Jika kamu belum menemukan, tetaplah mencari. Jangan berhenti. Sama seperti semua yang terkait dengan hati, kamu akan tahu ketika menemukannya. Dan sama halnya dengan hubungan yang hebat, hal itu akan terus bertambah lebih baik seiring tahun-tahun yang berlalu. Jadi tetaplah mencari sampai kamu menemukannya.

- Tak seorangpun ingin mati. Bahkan orang yang ingin ke surga pun tak ingin mati untuk sampai ke sana. Namun kematian adalah tujuan kita semua. Tak ada yang pernah lolos darinya. Dan memang harus begitu, karena kematian sangat mungkin adalah penemuan terbesar kehidupan.

Kematian adalah agen perubahan dari kehidupan. Kematian membersihkan yang lama untuk memberi jalan bagi yang baru. Saat ini, yang baru adalah kamu, namun suatu hari tidak lama dari sekarang, kamu perlahan akan menjadi tua dan 'dibersihkan'. Maaf jika terlalu dramatis, namun itu benar.

Waktumu itu terbatas, jadi jangan siakan dengan hidup seperti orang lain. Jangan terjebak oleh dogma. Jangan biarkan suara berisik dari opini orang lain menenggelamkan suara batinmu. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu. Mereka, entah bagaimana ,sudah tahu ingin menjadi seperti apa dirimu itu.

Stay Hungry. Stay Foolish. Aku selalu mengharapkan itu untuk diriku. Dan sekarang, saat kamu lulus dan memulai hal baru, aku berharap itu juga dari dirimu. Stay Hungry. Stay Foolish. Terima kasih banyak.

Baru Wisuda? Simak Lagi Petuah Steve Jobs dan Bill Gates IniBill Gates. Foto: istimewa


Bill Gates di Universitas Harvard, Juni 2007

- Aku meninggalkan Harvard tanpa kesadaran nyata tentang buruknya ketidaksetaraan di dunia ini, kesenjangan besar dalam kesehatan dan kemakmuran serta kesempatan, yang membuat jutaan orang hidup menderita.

Aku belajar banyak di Harvard tentang ide baru di ekonomi dan politik. Juga kemajuan ilmu pengetahuan. Namun kemajuan terbesar manusia bukan penemuan, tapi bagaimana penemuan itu diaplikasikan untuk memperkecil kesenjangan. Apakah melalui demokrasi, edukasi, layanan kesehatan berkualitas, atau kesempatan ekonomi yang luas, menurunkan kesenjangan adalah pencapaian tertinggi umat manusia.

Kamu lulus dari Harvard di waktu berbeda. Kamu tahu lebih banyak tentang ketidaksetaraan di dunia ini. Dalam tahun-tahunmu di sini, aku harap kamu berkesempatan untuk memikirkan tentang bagaimana kita bisa melawan ketidaksetaraan itu.

- Jutaan anak sekarat di negara miskin karena penyakit yang sudah tak berbahaya lagi di negeri ini. Kami terkejut, kami berasumsi kalau jika jutaan anak sekarat dan mereka bisa diselamatkan, dunia akan memprioritaskan pengobatan untuk menyelamatkan mereka. Namun itu tak terjadi.

Ibuku, yang bangga saat aku diterima kuliah di sini, tak pernah berhenti mendorongku berbuat lebih banyak untuk orang lain. Beberapa hari sebelum pernikahanku, dia membacakan surat tentang pernikahan. Dia sangat sakit saat itu, namun tetap memberi nasihat. Di akhir surat itu dia mengatakan, yang banyak memberi akan banyak menerima.

Kalian ini lulus di zaman yang hebat. Saat meninggalkan Harvard, kalian memiliki teknologi yang tak ada di zamanku. Kalian memiliki pengetahuan tentang ketidaksetaraan global. Dengan informasi itu, kalian kemungkinan akan tersiksa jika membiarkan saja orang yang hidupnya bisa kalian ubah dengan sedikit upaya. Kalian memiliki lebih banyak dari kami, jadi segeralah mulai dan bekerjalah lebih lama.

Kuharap kalian tak menilai diri hanya dari pencapaian profesional semata, namun juga seberapa baik kalian menangani ketidaksetaraan dunia ini, dari seberapa baik kalian memperlakukan orang jauh di sana, yang tidak memiliki kesamaan dengan dirimu kecuali kemanusiaan mereka. Good luck!


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed