Senin, 24 Jun 2019 19:01 WIB

Apa Bill Gates Juga Menyesal Pernah Selamatkan Apple?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
1 Tak Ada Sesal di Hati Bill Gates
Halaman 2 dari 2
Steve Jobs (kiri) dan Bill Gates. Foto: istimewa Steve Jobs (kiri) dan Bill Gates. Foto: istimewa

Walau terlihat sangat kontroversial, namun keputusan Bill yang mengizinkan Microsoft dalam menyuntikkan dana sebesar USD 150 juta ke Apple kala itu tidak membuatnya menyesal. Bahkan, ia menyebut hasil keputusannya itu berjalan dengan baik.

"Faktanya, tiap tahunnya, selalu ada yang baru yang dapat kita lakukan melalui Mac dan ini merupakan bisnis yang baik bagi kami," ucapnya dalam sebuah konferensi pada 2007 silam.

Ya, selepas kontrak yang disetujui pada 1997 itu, keduanya memang seakan bersama-sama membangun roadmap industri komputasi hingga kini. Tetapi harus diakui persaingan kedua perusahaan tidak benar-benar terhapus -- salah satunya ketika Apple sukses besar dengan iPhone dan Microsoft gagal lewat Windows Phone.

Baik Apple maupun Microsoft juga terus berlomba dalam hal valuasi untuk bisa menjadi perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Kini, Apple terpantau memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD 914 miliar, sedangkan Microsft saat ini bernilai USD 1,05 triliun.

Terlepas dari kepentingan yang ada di dalam diri masing-masing Apple dan Microsoft kala itu, tidak menyesalnya Bill dalam membantu Steve bisa dibilang lantaran hubungan keduanya yang memang sangat dekat. Hal ini tampak dalam ucapan Bill ketika Steve meninggal pada 2011.

"Steve dan saya pertama kali bertemu hampir 30 tahun lalu, dan kami telah menjadi kolega, kompetitor, dan teman selama lebih dari separuh masa hidup kami," ujarnya kala itu.

"Sangat langka bagi dunia untuk melihat seseorang yang telah memberikan dampak penting sebagaimana sudah dilakukan oleh Steve, dampak yang dapat dirasakan oleh generasi-generasi selanjutnya. Bagi mereka yang cukup beruntung untuk bekerja bersamanya, itu merupakan kebanggaan yang sangat besar. Saya akan sangat merindukan Steve," tuturnya memungkas.

Dan begitulah. Gates kini memang mengaku menyesal tak kuasa membawa Microsoft memenangi persaingan dengan Android, saat kedua kubu jadi rival dalam memperebutkan takhta sebagai sistem operasi (OS) standar di ponsel non-Apple. Tapi ia tak pernah menyesali bantuannya ke Apple di masa lalu.

Padahal jika waktu itu Gates tak mengulurkan tangan, Apple bisa saja sudah bangkrut duluan sebelum iPhone dilahirkan tahun 2007. Jika itu yang terjadi, peta persaingan smartphone, dan sistem operasinya, sangat mungkin menghadirkan gambaran yang sama sekali berbeda saat ini.

(mon/krs)