Senin, 24 Jun 2019 19:01 WIB

Apa Bill Gates Juga Menyesal Pernah Selamatkan Apple?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Halaman 1 dari 2
Bill Gates. Foto: Getty Images Bill Gates. Foto: Getty Images
Jakarta - Baru-baru ini, Bill Gates mengatakan bahwa salah satu penyesalan terbesarnya adalah tak dapat menghentikan laju Android di industri ponsel, walau ia tidak benar-benar melakukan kesalahan karena itu. Menariknya, ia sejatinya sempat melakukan keputusan yang terbilang sangat kontroversial, yakni membantu Apple dari masalah keuangan.

Memutar waktu ke belakang, periode 1990an bisa dibilang menjadi salah satu masa paling suram bagi Apple. Kala itu, produsen iPhone tersebut hampir bangkrut lantaran produk-produknya gagal di pasaran dan membuat harga sahamnya anjlok drastis.

Prahara yang merundung Apple membuat Steve Jobs harus turun tangan untuk kembali memegang tanggung jawab sebagai CEO. Sebelumnya, pada 1985, ia sempat keluar dari Apple.




Salah satu kegiatannya ketika tak lagi menangani operasional perusahaan besutannya itu adalah mendanai Pixar. Bahkan, ia menjabat sebagai executive producer untuk Toy Story yang dirilis pada 1995. Kini, film tersebut sudah memiliki edisi keempat dalam diri Toy Story 4.

Kembali lagi soal prahara Apple. Bisa dibilang, satu hal yang dimiliki oleh Steve namun tidak dengan CEO terdahulu adalah kedekatannya dengan Bill. Ya, itu jadi salah satu faktor terbesar dalam selamatnya Apple dari lubang jarum.

Pada 1997, Apple menerima investasi dari Microsoft sebesar USD 150 juta. Itu merupakan bagian dari kontrak kerja sama antara dua perusahaan tersebut dengan durasi lima tahun.

"Bill, terima kasih. Dunia jadi tempat yang lebih baik," ucap Steve setelah pendiri Microsoft itu setuju untuk memberikan investasi tersebut.

Dalam kontrak itu sendiri, Microsoft setuju untuk menyediakan software Microsoft Office untuk perangkat Mac. Sebagai gantinya, Internet Explorer menjadi browser default di perangkat-perangkat Apple.




Selain itu, Apple juga setuju untuk menghentikan tuduhannya terhadap Microsoft terkait penjiplakan sistem operasinya. Di sisi lain, kontrak ini pun disebut merupakan salah satu cara bagi Microsoft agar tidak dijatuhi penalti lantaran memonopoli pasar, sekaligus membuatnya tampak sangat kompetitif kala itu.

Patut diketahui bahwa sebelum mendapat dana segar itu, Apple kehilangan lebih dari USD 1,5 miliar dalam setahun ke belakang. Valuasinya kala itu pun tak sampai USD 3 miliar.

Investasi dari Microsoft itu dimanfaatkan Steve untuk mengatasi bisnis Mac yang tengah lesu dengan menghasilkan iPod. Setelahnya, lahir lah iPhone dan iPad yang kemudian membuat nama Apple melambung tinggi hingga kini, menjadikannya sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.


Halaman berikutnya: Tak Ada Sesal di Hati Bill Gates

(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed