Sabtu, 22 Jun 2019 22:00 WIB

Ini THOR, Senjata Rahasia Militer AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
THOR (Tactical High Power Microwave Operational Responder). Foto: Istimewa THOR (Tactical High Power Microwave Operational Responder). Foto: Istimewa
Jakarta - Beberapa tahun terakhir, drone sudah mulai sering dipakai di area peperangan. Tugasnya pun bermacam, dari sekadar pengintaian sampai dipakai menjatuhkan bom. Untuk itulah USAF, US Air Force alias angkatan udaranya Amerika Serikat, perlu untuk membuat sebuah senjata anti drone.

Dan THOR inilah yang dijadikan senjata anti drone. Kepanjangannya adalah Tactical High Power Microwave Operational Responder, atau lebih jelasnya merupakan alat yang bisa memancarkan gelombang mikro berkekuatan tinggi, yang didesain untuk melindungi area tertentu dari serbuan drone.


Air Force Research Laboratory adalah badan yang mengembangkan THOR, tepatnya di Kirtland Air Force Base di Albuquerque, New Mexico. Pengembangan sistem ini terbilang cepat, hanya 18 bulan, dan memakan biaya USD 15 juta, atau sekitar Rp 211 miliar.

THOR bisa dijalankan menggunakan generator listrik dan disimpan di kontainer peti kemas, yang artinya alat ini bisa dipindah-pindah ke hampir semua tempat. Ia pun hanya membutuhkan beberapa jam untuk pemasangannya.


Bagi USAF, THOR adalah senjata mereka untuk target-target yang berjarak dekat. Sementara untuk target berjarak menengah dan jauh, mereka mempunyai Counter Electronic High Power Microwave Extended Range Air Base Air Defense (CHIMERA).

Kedua sistem ini bisa menghalau dan menjatuhkan drone dalam jumlah banyak secara sekaligus, asalkan drone tersebut berada di jangkauan THOR dan CHIMERA. Program manager THOR Amber Anderson menyebut sistem ini beroperasi seperti senter, dan apa pun yang terkena kilatan cahayanya akan jatuh dalam waktu singkat.

(asj/fyk)