Selasa, 18 Jun 2019 17:39 WIB

Facebook Umumkan Libra, Mata Uang Digital Miliknya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Facebook akhirnya resmi mengumumkan mata uang digital miliknya yang bernama Libra. Dengan mata uang ini, pengguna Facebook yang jumlahnya miliaran itu bisa melakukan transaksi finansial di seluruh dunia.

Pengguna Libra bisa mengirim uang ke pengguna lainnya, pun bisa dipakai untu membayar produk atau layanan yang mendukung penggunaan mata uang digital ini. Libra berbasis jejaring blockchain dan tak didesain sebagai aset spekulatif seperti bitcoin yang nilainya sangat fluktuatif.

Facebook menyebut Libra bertujuan untuk menghubungkan orang-orang yang sebelumnya tak mempunyai akses ke platform perbankan tradisional. Dan dengan jumlah pengguna bulanannya yang mencapai 2,4 miliar orang, Libra bisa saja menggoyang sistem perbankan dunia.




Pada awalnya, Libra bakal lebih banyak digunakan untuk mengirimkan uang dari satu individu ke individu lain yang punya akses ke bank tradisional. Namun ke depannya, Libra ditujukan untuk membuat sebuah cryptocurrency mainstream, yaitu sebuah bentuk pembayaran terdesentralisasi yang nilainya stabil seperti dolar amerika serikat.

Libra bakal tersedia secara standalone alias berdiri sendiri, namun juga tersedia di platform WhatsApp dan Facebook Messenger. Mata uang ini paling cepat baru tersedia untuk publik pada 2020 mendatang.

Meski dibuat oleh Facebook, ke depannya Libra bakal dilepas ke komunitas yang lebih besar. Facebook sendiri sudah membentuk Libra Association dengan 27 partner untuk memantau Libra dan pengembangannya.

Asosiasi ini berisikan sejumlah perusahaan venture capital, organisasi nonprofit, perusahaan crypto, perusahaan finansial korporat, penyedia layanan teknologi dan telekomunikasi dan lainnya, demikian dikutip detikINET dari Guardian, Selasa (18/6/2019).

Beberapa perusahaan besar yang sudah terdaftar dalam asosiasi ini antara lain adalah Coinbase, Mastercard, Visa, eBay, payPal, Stripe, Spotify, Uber, Lyft, dan Vodafone. Perusahaan ini juga berkontribusi pada Libra Reserve, yang merupakan kumpulan dana untuk memastikan setiap unit di mata uang Libra ini terjamin dengan mata uang fisik, bukan seperti Bitcoin.


(asj/krs)