Selasa, 11 Jun 2019 18:09 WIB

Demi Keamanan, Grab Malaysia Wajibkan Pelanggan Selfie

Akfa Nasrulhak - detikInet
ilustrasi Grab / Foto: Rifkianto Nugroho ilustrasi Grab / Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Seluruh pengguna layanan transportasi Grab di Malaysia harus melakukan verifikasi dengan cara foto selfie saat pertama kali mengakses aplikasi Grab di negara tersebut. Hal ini dilakukan untuk memenuhi salah satu persyaratan atas peraturan yang berlaku.

Dilansir dari straitstimes, Selasa (11/6/2019) syarat ini serupa dengan yang telah dilakukan pengguna baru Grab di Singapura. Grab, melalui pemberitahuan di aplikasi Malaysia dan situs webnya menyatakan peraturan ini akan mulai berlaku pada 12 Juli mendatang.

"Selfie dilakukan untuk verifikasi identitas, keamanan, dan dapat digunakan untuk membantu pihak berwenang ketika diperlukan. Grab memastikan bahwa selfie dan identitas Anda aman dan tidak akan dibagikan dengan mitra pengemudi dan merchant kami," tulis Grab dalam situs resminya.




Grab juga menambahkan, akan ada pemberitahuan terkait perizinan sebelum selfie di kamera smartphone pengguna.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke pada Juli lalu pernah mengumumkan bahwa sebagai bagian dari aturan baru, penumpang harus mengunggah kartu identitas atau rincian paspor yang berlaku ketika mereka mendaftar untuk menggunakan akun Grab. Ia pun memberi jangka waktu satu tahun untuk memenuhi persyaratan itu.

Oleh karena itu, Grab mengadopsi teknologi pengenalan wajah untuk memenuhi aturan baru, dengan cara pengguna baru diharuskan mengirimkan foto selfie sebelum memesan kendaraan.

Diketahui media lokal di negara tersebut mengabarkan bahwa dengan persyaratan baru ini telah membantu menyelesaikan kasus perampokan, perampasan, hingga pembunuhan yang melibatkan pengemudi Grab. Dua tersangka ditangkap sehubungan dengan kematian Mr Mohd Hanafiee Jaafar, yang dirampok dan dibunuh di tempat kerja bulan lalu.

Insiden itu mengakibatkan para pengemudi takut perjalanan tengah malam dan menghindari daerah yang dianggap berbahaya.

Terkait hal itu, juru bicara Grab mengkonfirmasi bahwa warga Singapura yang menggunakan aplikasinya di Malaysia, diberlakukan aturan yang sama. Di Singapura sendiri, pengguna Grab yang mendaftar sebelum Februari tahun ini tidak harus melalui verifikasi selfie, dengan identitas mereka diverifikasi oleh akun Facebook atau rincian kartu kredit mereka.

Tetapi pengguna baru yang mendaftar sejak Februari 2019 harus mengirimkan selfie untuk berhasil membuka akun mereka.

"Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan standar keselamatan dan keamanan yang tinggi pada platform kami untuk pelanggan dan mitra pengemudi kami," ujar juru bicara Grab.




Warga Singapura yang menggunakan Grab selama perjalanan ke Malaysia mengaku tidak keberatan mengirimkan selfie selama itu hanya digunakan untuk tujuan verifikasi.

Salah satu warga Singapura, Ms Wong Shi Huiyang yang kerap mengunjungi Malaysia setiap tiga bulan mengatakan jika langkah ini merupakan cara yang baik.

"Langkah-langkah ini untuk melindungi pengemudi juga. Selfie tampak cukup tidak berbahaya jika mereka dapat memastikan perjalanan yang aman untuk semua orang," ujarnya.


(ega/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed