Senin, 10 Jun 2019 18:22 WIB

Jelang Pensiun, Jack Ma Bicara soal Kekayaan dan Rencananya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jack Ma. Foto: Reuters Jack Ma. Foto: Reuters
Jakarta - Tahun ini, Jack Ma akan pensiun dari Alibaba, perusahaan yang dijadikannya raksasa. Dalam wawancara terbarunya, orang yang kerap jadi manusia terkaya di China ini bicara soal kekayaannya yang berlimpah.

"Menghabiskan uang bagiku saat ini lebih sukar daripada menghasilkannya. Aku tak berharap sekaya itu dan sekarang setelah makmur, aku harus meyakinkan diriku bahwa kemakmuran itu bukan milikku," sebut Ma yang dikutip detikiNET dari Caixing Global.

Kekayaan Ma diestimasi di kisaran USD 40 miliar. Seusai lengser dari Alibaba September nanti, dia ingin fokus pada filantrofi dengan yayasan Jack Ma Foundation. Selain itu juga menjadi guru, profesi yang dulu pernah ditekuninya.




"Jika punya beberapa juta dolar, itu uang kalian. Tapi jika kalian punya USD 20 sampai 30 juta, masalah datang. Kalian cemas soal inflasi, soal di mana berinvestasi," kata dia.

"Namun andai punya lebih dari USD 1 miliar, maka itu bukan uang yang kalian punyai, itu adalah uang yang diharapkan masyarakat pada kalian, pada anak kalian, pada organisasi, untuk digunakan lebih efisien. Itulah tanggung jawab," tambah pria berusia 55 tahun ini.

Saat September nanti lengser, Ma mengaku akan menghabiskan waktu beberapa bulan untuk belajar, berencana dan untuk memikirkan perjalanan hidup selanjutnya. Dia mengestimasi 60% waktunya akan didedikasikan untuk kegiatan pendidikan.

Melalui yayasannya, Ma berencana membangun sekolah-sekolah dan terlibat secara langsung, misalnya berdiskusi dengan para kepala sekolah. Adapun 40% lagi waktunya akan dimanfaatkan untuk hobi atau kegemaran yang menarik perhatian seorang Jack Ma.

Ma terinspirasi oleh Bill Gates dalam mendirikan Jack Ma Foundation pada tahun 2014. Fokusnya untuk mendukung guru dan sekolah di pedesaan, yang melayani sekitar 90 juta siswa.




Namun meski Ma mengagumi Gates, ia tidak berencana menandatangani program Giving Pledge, di mana para orang kaya berjanji menyumbang sebagian besar harta. Ma akan melakukan caranya sendiri dalam beramal.

"Ke mana menyumbangkan uang? Itu sangat sulit. Tapi aku telah bertemu banyak orang, melihat banyak hal dan memiliki banyak sumber untuk menghasilkan uang. Jadi dalam 10,15, 20 tahun ke depan, aku ingin memakai sumber daya, relasi dan pengaruh itu dengan lebih baik. Aku tahu bagaimana menemukan orang yang tepat, aku tahu bagaimana menyelesaikan sesuatu," tutur Ma.

"Apakah sejarah akan mengingatku, itu tidak penting. Tapi jika suatu hari nanti orang berkata tentang Jack Ma, aku harap mereka akan mengatakan dia dulu adalah seorang guru, dia bersemangat soal pendidikan dan pelatihan," lanjut dia.


Perkenalkan Sosok Pengganti Jack Ma, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed