Minggu, 02 Jun 2019 21:06 WIB

Perlu Tahu! Tips agar Gadget Tak Rusak Silaturahmi Idul Fitri

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: GettyImages/Andreas Rentz Foto: GettyImages/Andreas Rentz
Jakarta - Selain perayaan kembali pada kesucian, Idul Fitri adalah obat rindu yang biasanya diwujudkan lewat mudik, bertamu, berkirim pesan, dan bentuk silaturahmi lainnya. Namun, semua itu bisa rusak oleh penggunaan gadget yang berlebihan.

"Setidaknya ada tiga hal yang harus dihindari terkait internet saat silaturahmi Lebaran, pertama phubbing, kedua FOMO dan ketiga slacktivism," kata Hariqo Wibawa Satria, pengamat media sosial dari Komunikonten.

Dalam keterangannya, Hariqo menjelaskan ketiga hal itu dalam konteks silaturahmi Lebaran. Yang pertama adalah phubbing, yakni kebiasaan membuka ponsel terus menerus saat bertamu, menemui tamu atau dalam kumpul keluarga maupun pertemuan warga.




Phubbing bisa dianggap tindakan yang melecehkan orang atau sebuah acara, meskipun yang melakukannya tidak bermaksud demikian.

"Phubbing ini semakin parah jika yang bersangkutan tidak diingatkan oleh lingkungannya", kata Hariqo.




Kedua, FOMO atau Fear of Missing Out. Cirinya antara lain, selalu menanyakan adanya jaringan internet di sebuah tempat maupun pada lokasi yang akan dikunjungi.

Misalnya, anak kita menanyakan adanya koneksi internet di kampung yang akan dituju, atau di tempat kita akan bertamu.

Level paling akut, menolak datang karena di tempat tujuannya tidak ada internet, susah akses ke medsos. FOMO, menurut beberapa ahli, disebut sebagai gejala kejiwaan.




Ketiga, slacktivism. Secara umum artinya adalah perasaan telah melakukan gerakan sosial dengan memberikan like, love, komen lewat media sosial, namun mengabaikan gerakan nyata seperti memberikan sumbangan atau terlibat langsung untuk melakukannya.

Dalam konteks Lebaran, ini bisa kita maknai bahwa seseorang merasa sudah meminta maaf dengan menyebarkan secara massal pesan Idul Fitri ke banyak nomor kontak sekaligus.




Menurut Hariqo, pesan Idul Fitri sejatinya adalah meminta maaf dimulai dari orang-orang terdekat, mereka yang bersentuhan langsung dengan aktivitas kita sehari-hari.

"Luangkan waktu untuk mendata dan merapikan nomor kontak di ponsel kita. Upayakan bisa bertamu, atau sekurangnya mengirimkan pesan lewat jalur pribadi dengan menyebut nama yang bersangkutan. Menyebarkan pesan yang sama ke semua orang tidak salah, namun bisa terkesan malas dan kurang serius," jelasnya.

Nah, sayang sekali kan kalau kita ketinggalan banyak momen saat Idul Fitri. Jadi Lebaran nanti, taruh dulu gadgetmu, mari bersilaturahmi.


(rns/afr)