Minggu, 02 Jun 2019 06:20 WIB

Riset: Orang Indonesia Banyak Bepergian di Bulan Ramadhan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Rinto Heksantoro Foto: detikINET/Rinto Heksantoro
Jakarta - Bulan puasa tak menghalangi aktivitas masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset Waze, lalu lintas meningkat signifikan karena orang-orang lebih banyak bepergian.

Waze memiliki lebih dari 4 juta pengguna aktif di Indonesia yang menghabiskan waktu rata-rata 81 menit per hari di jalan. Berdasarkan data dari Waze, waktu bepergian para Wazer (pengguna Waze) telah meningkat hingga 44%.

Dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya di mana orang biasanya menghabiskan 29 km per hari, lalu lintas bisa meningkat hingga 98% dengan peningkatan sekitar 25% dari waktu biasanya.




Jam sibuk biasanya berlangsung antara pukul 15.00 sore dan 20.00 di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Medan, Bandung, dan lainnya.

Lalu lintas terpadat muncul pada pukul 17.00 ketika orang mulai meninggalkan rumah atau kantor mereka dengan harapan mereka bisa mempersingkat waktu perjalanan hingga ke tujuan atau sekedar hadir tepat waktu untuk berbuka puasa.

Dengan demikian, waktu terbaik bepergian selama Ramadhan adalah sebelum pukul 12.00 siang atau setelah pukul 21.00. Sebagai tambahan, laporan ini juga menyatakan bahwa Waze mengalami peningkatan jumlah pengguna hingga 26% selama musim Ramadhan.




"Kebiasaan di sini adalah orang-orang akan bergegas pulang ke rumah atau ke tempat makan selama waktu sibuk supaya bisa hadir tepat waktu untuk berbuka puasa dengan keluarga dan teman," ujar Marlin R. Siahaan, Waze Indonesia Country Manager dalam keterangannya.

"Mereka cenderung mencari rute alternatif menghindari kemacetan dan Waze adalah pilihan terbaik. Hal ini menjelaskan mengapa kami memiliki banyak Wazer baru selama Ramadan," ucapnya melanjutkan.

Ramadhan tahun lalu, Waze menemukan tiga destinasi utama yang dikunjungi orang Indonesia, yaitu toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391.000 navigasi.

Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk mereka berbuka puasa saat mereka masih berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena dengan banyaknya cabang dan outlet tersebar di seluruh kota mudah untuk didatangi. Selanjutnya, outlet dengan layanan drive-through terbukti lebih praktis bagi pengemudi.




Soal konsumsi bahan bakar pun meningkat akibat bertambahnya orang yang bepergian. Mendekati Hari Idul Fitri merupakan waktu tersibuk pom bensin yang disebabkan oleh budaya "mudik" di Indonesia, bahan bakar lebih banyak dibutuhkan untuk perjalanan jauh, banyak orang pulang kampung atau pergi liburan.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, dimana orang-orang mengambil manfaat pergi "mudik" atau berkendara ke tujuan wisata," Marlin menambahkan.

Pada lebaran 2018, terjadi 87% navigasi di Medan, 62% di Semarang, 42% di Surabaya, 34% di Bandung, dan 20% di Jakarta. Angka tertinggi muncul di Medan akibat kurangnya infrastruktur transportasi umum di kota tersebut. Sebaliknya, kilometer berkendara tertinggi Wazer terjadi di Semarang (148%), diikuti Surabaya (95%), Bandung (53%), Medan (48%), dan Jakarta (25%). "Hal ini terjadi karena orang diharuskan mengemudi lebih jauh dari segi jarak di Semarang," ucap Marlin.


(agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed