Sabtu, 18 Mei 2019 21:00 WIB

Berharta Rp 502 Triliun, Jack Ma Tetap Ingin Jadi Guru

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jack Ma. Foto: istimewa Jack Ma. Foto: istimewa
Jakarta - Profesi guru terus melekat dalam diri Jack Ma, meski ia memiliki harta USD 34,6 miliar atau sekitar Rp 502 triliun berdasarkan data Forbes. Setelah resmi pensiun nanti, sang pendiri Alibaba kembali menegaskan bahwa keinginannya adalah kembali mengajar.

Sebelumnya pada September 2018, tongkat estafet perusahaan sudah diserahkan kepada Chief Executive Officer Daniel Zhang yang akan meneruskan kepemimpinan Jack Ma sebagai Chairman of the Board Alibaba Group.

Dimulai dari sana, Ma terus menjabat sebagai Executive Chairman perusahaan selama 12 bulan ke depan untuk memastikan transisi kepemimpinan kepada Daniel Zhang berjalan dengan sempurna.


Per 10 September 2019, Ma resmi pensiun, di mana itu bertepatan dengan ulang tahun perusahaan dan dirinya sendiri. Dalam kunjungannya di Paris, Ma menyatakan diri bahwa ia ingin kembali jadi guru, sebuah profesi yang ia senangi.

Dikutip dari Business Insider, Sabtu (18/5/2019) Ma akan menghabiskan uang yang diperolehnya dari jerih payahnya membangun 'dinasti' Alibaba hingga jadi salah satu perusaan e-Commerce terbesar di dunia. Uang tersebut guna memperbaiki dan mengubah sistem pendidikan di negaranya China.

Bahkan, di usia yang saat ini menginjak 54 tahun, Ma menanggap dirinya masih muda. Maka dari itu, ia berhasrat bisa menghabiskan waktu 15 tahun lagi di dunia pendidikan. Ia sudah berpikir mencari pengganti lebih baik sejak 10 tahun lalu di mana kala itu Alibaba tertimpa masalah.

"Saya mendengar itu dan saya berkata: 'saya tidak bisa mengundurkan diri sekarang, karena bila mengundurkan diri, perusahaan akan runtuh'," kata Ma menjawab tentang investor yang memintanya mundur pada saat itu.

Fakta bahwa Ma adalah figur penting dalam mendirikan Alibaba hingga saat ini dinobatkan sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di China, mencapai Rp 2.000 triliun dengan mengalahkan nama-nama tenar seperti Tencent, Huawei, hingga Baidu, tak membuat Ma jadi bangga.

Sebaliknya, mantan guru Bahasa Inggris itu bangga terhadap kesalahan dan tantangan yang telah diatasi perusahaan selama 20 tahun terakhir.


"Ketika kalian menjadi wirausahawan, jangan khawatir tentang pesaing, jangan khawatir tentang kesalahan, jangan khawatir tentang tantangan, pergi lalui itu. Hal itu bagian yang hebat dan menyenangkan tentang bisnis kalian," tuturnya.

"Kamu tidak bisa duduk di sana dan menangis. Jika menangis bisa menyelesaikan masalah, aku bisa menangis di lautan air mata," ucapnya. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed