Rabu, 24 Apr 2019 13:47 WIB

Tidit! Pager Berbunyi, Captain Marvel Siap Beraksi di Endgame

Kris Fathoni W - detikInet
Pager untuk memanggil Captain Marvel. (Foto: screenshot YoutTube) Pager untuk memanggil Captain Marvel. (Foto: screenshot YoutTube)
Jakarta - Berkat panggilan lewat pager, Captain Marvel akan beraksi di "Avengers: Endgame". Itu bukan lagi rahasia. Sosok pager ini pun sekaligus bisa bikin sejumlah orang bernostalgia.

Pemutaran film "Avengers: Endgame", setelah sebelumnya juga di "Avengers: Infinity War" dan kemudian "Captain Marvel", memang sekaligus menguak kenangan masa lalu akan kehadiran sebuah perangkat bernama pager.

Di film Marvel Cinematic Universe (MCU) itu sosok Captain Marvel, yang terlihat sakti mandraguna, memang dikisahkan menitipkan sebuah pager kepada Nick Fury. Radio panggil itu bisa dipakai saat keadaan darurat. Pager ini pegang peranan penting karena konon untuk bisa melibas Thanos si Mad Titan, kesaktian Captain Marvel sangat diperlukan. Dan satu-satunya alat yang bisa dipakai untuk mengontak Captain Marvel, ya, cuma pager itu.




Buat yang hidup di zaman kekinian, kemunculan pager di era telepon seluler boleh jadi bikin kening berkernyit. Tapi di masa lalu, termasuk Indonesia, alat tersebut pernah ngehits banget.

Menelusuri sejarahnya, sistem serupa dipatenkan tahun 1949 oleh Alfred J. Gross, dengan nama resmi "telephone pager" atau kira-kira pager telepon. Gross, yang juga punya banyak koleksi paten termasuk versi awal walkie-talkie, mengadaptasikan radio dua arah menjadi mekanisme sinyal telefonik nirkabel satu arah.

Praktik penggunaan pager dalam kehidupan sehari-hari lantas mulai tumbuh di era 1950-an, dengan pengembangan terus dilakukan pula pada dekade berikutnya. Pager kemudian booming di tahun 1980-an.




Pager ini sendiri pada umumnya dijual dengan nomor ID tertentu yang melekat pada masing-masing unit, walaupun penggantian nomor bisa dilakukan lewat permintaan khusus ke teknisi operator.

Nah, untuk mengontak ke pemilik pager, yang harus dilakukan adalah menelepon lebih dulu ke operator pager yang hendak dituju. Setelah bicara ke operator tinggal sebutkan nama ID yang dituju, apa isi pesannya, juga nama pengirim.


Video: Pertarungan Terakhir ''Avengers: Endgame'' yang Mengejutkan

[Gambas:Video 20detik]



Pesan itu kemudian akan masuk ke unit pager penerima. Biasanya ada pula aktivitas lanjutan dari si pemilik pager yakni bergegas ke telepon umum, atau wartel, untuk mengontak balik si pengirim pesan.




Terdengar tak praktis? Ya, bisa dibilang begitu jika membandingkannya dengan teknologi era kekinian. Tapi sekali lagi, pada zaman itu teknologi pager sudah canggih dan amat membantu cara berkomunikasi. Kehadiran teknologi lebih baru pula, secara khusus ponsel, yang lantas membuat mekanisme ber-pager ria ini jadi kurang praktis dan perlahan ditinggalkan pengguna.

Tidit! Pager Berbunyi, Captain Marvel Siap Beraksi di EndgameFoto: DAVID VAN DER VEEN / AFP

Nah, di sela-sela rencana (atau malah sudah?) nonton "Avengers: Endgame" dan aksinya Captain Marvel usai dipanggil lewat pager, yang masih ingat dengan perangkat teknologi lawas itu boleh pula sedikit bernostalgia mengenang keberadaanya. Mungkin juga bisa seraya bergumam pelan-pelan menyanyikan lirik lagu "Ti Di Dit" dari Sweet Martabak, yang dulu pernah ikut mewarnai popularitas pager. Ya, minimal reff-nya juga tidak apa.

"Tidit, pagerku berbunyi... Tidit tidit begitu bunyinya..."

[Gambas:Youtube]



(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed