Selasa, 23 Apr 2019 19:00 WIB

Bos Ini Yakin Karyawan Mau Kerja Sistem 996, Asalkan...

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Beijing - Sistem kerja 996 memang terlihat sangat membebani para pegawai. Tapi bos teknologi yang satu ini meyakini karyawan tidak akan keberatan menjalaninya dengan satu syarat, yaitu ada bagian kepemilikan saham.

"Buatlah mereka merasa bekerja untuk mereka sendiri. Maka kemudian, mereka tidak akan keberatan dengan jadwal 996," kata Zhou Hongyi, CEO perusahaan antivirus Qihoo 30 yang dikutip detikINET dari South China Morning Post.

996 merujuk pada kerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari seminggu, yang sedang jadi diskusi hangat di China. Sebagian karyawan merasa sistem tersebut tidak manusiawi, tapi nama terkenal seperti Jack Ma dan Richard Liu, pemilik JD.com, melontarkan dukungan.




Bagi Zhou sendiri, mencari keseimbangan yang tepat antara bekerja dan kehidupan pribadi adalah sesuatu yang sukar. "Aku akan menghormati kalian jika ada yang benar-benar bisa mengatakan bahwa kalian benar-benar bisa seimbang antara pekerjaan dan keluarga," ucap dia.

Sebelumnya, Jack Ma mengatakan sistem kerja 996 adalah faktor utama yang membuat China maju. "Karena "996" atau "997" ini, Tiongkok mampu meraih berbagai pencapaian dan mengapa dunia mengagumi Tiongkok dan pencapaiannya dalam 40 tahun terakhir," tandas Ma.

Sedangkan Richard Liu menyatakan perusahaannya memang tidak menerapkan sistem 996 atau bahkan sistem 995. Tapi ia menuntut setiap pegawainya untuk terus bekerja hingga mencapai batas kemampuannya.




Kritikan atas sistem kerja 996 bermula dari para programmer yang protes atas tuntutan kerja mereka. Protes dilayangkan di komunitas Github dengan banner 996.ICU. Topik ini langsung jadi sangat populer dengan lebih dari 200 ribu tanda bintang.

"Dengan mengikuti jadwal kerja 996, kalian berisiko menuju ICU," tulis deskripsinya, merujuk pada ruang gawat darurat di rumah sakit. Kreatornya yang tak diketahui identitasnya, meminta para karyawan teknologi membuka diri jika mengalami eksploitasi.


(fyk/krs)