Senin, 15 Apr 2019 15:17 WIB

Bangga Ada Go-Jek, Luhut: Manajemennya Masih Orang Indonesia

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bangga atas kehadiran layanan aplikasi layanan on-demand, Go-Jek, yang terus tumbuh di Indonesia. Apalagi, hasil karya anak bangsa ini juga masih dipegang manajemennya oleh anak bangsa itu sendiri.

"Go-Jek itu manajemennya masih orang Indonesia, menurut saya masih bagus dan masih baik, dan perlu dipertahankan ke depan. Saya bangga melihat ini," ujar Luhut dalam konferensi pers update perkembangan Go-Jek dan Mitra Juara Gojek 2019 di Jakarta baru-baru ini.




"Kita harus ada kebanggaan (pada) anak bangsa karena melahirkan sesuatu yang besar. Mereka ini sekarang menginspirasi anak muda Indonesia lainnya," imbuhnya.

Selain itu, Luhut juga mengaku bangga atas capaian Go-Jek yang telah berusia hampir 10 tahun ini, kini disebut telah menyandang status decacorn. Selain itu startup karya anak bangsa ini telah menembus pasar internasional, hingga kini telah masuk ke 4 negara di Asia Tenggara, selain di Indonesia.

"Kan ini Go-Jek sudah go internasional ya, dan kita bangga bahwa Go-Jek ini salah satu startup yang unicorn di Indonesia, sekarang sudah decacorn ya," ujar Luhut.

"Nah Go-Jek ini, menurut hemat saya, yang pertama jadi model di Indonesia dan sekarang sudah internasional. Dan ini menurut hemat saya, satu kemajuan yang bagus sekali. Saya senang bisa diundang di sini untuk melihat ini," tambahnya.

Oleh karenanya, Luhut pun mengapresiasi Go-Jek atas capaian tersebut, yang sekaligus telah memberi dampak positif dengan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Bahkan pada perekonomian Indonesia yang pada tahun 2018 lalu, Go-Jek disebut memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 44,2 triliun kepada Indonesia.

"Jadi jangan orang bilang Indonesia itu uang lari ke luar, orang sekarang berbondong-bondong masuk ke Indonesia karena kita sekarang punya 4 unicorn," ujarnya.




Luhut pun mengajak bangsa Indonesia untuk selalu optimis dengan melihat keberhasilan yang telah dicatatkan karya anak bangsa ini. Apalagi, Gross Transaction Value (GTV) Go-Jek kini telah menembus sebesar USD 9 miliar.

"Anda bisa bayangkan Go-Jek ini go internasional dengan transaksi per tahun itu USD 9 miliar. Jadi kalau kita pesimis pada bangsa ini. Saya gagah begini aja nggak ada duit USD 9 miliar. Jadi kita harus penuh dengan optimisme, melihat ini," ujarnya.

"Jadi saya sekali lagi bangga pada Go-Jek, terus berkarya, kembangkan kalian supaya lebih hebat lagi ke depan," pungkasnya.


(ega/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed