Kamis, 11 Apr 2019 21:25 WIB

Pemerintah Anggarkan Rp 145 Miliar untuk Kembangkan Talenta Digital

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Photo by Max Nelson on Unsplash Foto: Photo by Max Nelson on Unsplash
Jakarta - Hingga tahun 2030, Indonesia akan membutuhkan 9 juta talenta untuk sektor digital. Jika dirata-rata, angka ini setara dengan 600 ribu talenta digital dalam setahun.

Ini merupakan jumlah yang tidak sedikit. Pemerintah, lewat Kementerian Kominfo, pun telah berkomitmen menjembatani kesenjangan tersebut. Salah satunya dengan program beasiswa Digital Talent Scholarship yang tahun ini bertekad mencetak 20.000 talenta digital siap kerja.




"Targetnya sampai tahun 2019 ini ada 20 ribu. Walaupun nggak cukup banyak untuk memenuhi yang 600 ribu itu tapi kita harus memulai," kata Staf Khusus Menkominfo Lis Sutjiati saat ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang dijalankan Kemenkominfo pada tahun 2018, yang ingin mencetak 1.000 talenta digital. Jumlah beasiswa ini harus ditambah setelah berkaca dari tahun lalu yang pendaftarnya membludak.




Ditambahnya jumlah peserta berarti nilai beasiswa yang ditawarkan juga bertambah. Jika tahun lalu Kemenkominfo menganggarkan Rp 7,5 miliar, tahun ini mereka menganggarkan Rp 145 miliar demi pengembangan talenta digital tersebut.

Dalam usaha menciptakan lulusan siap kerja dan punya kemampuan sesuai kebutuhan industri, pemerintah pun bekerjasama dengan sektor privat untuk menyusun kurikulum. Sedangkan tenaga pengajarnya datang dari 28 universitas di Indonesia yang juga menjadi mitra.




"Kurikulumnya kami minta dari global partner yang mereka itu merekrut tenaga-tenaga untuk dunia digital ini. Seperti IBM, Cisco, AWS (Amazon Web Service) juga ikutan jadi partner," jelas Lis.

Video: Kominfo Siapkan Coding Jadi Mata Pelajaran Wajib Sejak SD

[Gambas:Video 20detik]



Begitu menyelesaikan program beasiswa yang berjalan selama dua bulan ini, lulusan akan langsung diserap oleh perusahaan termasuk perusahaan besar yang menjadi partner. Untuk itu mereka akan diajari berbagai topik yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Topik-topiknya dari mulai artificial intelligence, deep learning, machine learning, semua yang dibutuhkan untuk digitalisasi ini," pungkas Lis.




(krs/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed