Selasa, 09 Apr 2019 12:20 WIB

Kreatif! Mahasiswi Ini Dapat Duit Lewat Karya Karikatur di HP

Charolin Pebrianti - detikInet
Foto: Charolin Pebrianti/detikcom Foto: Charolin Pebrianti/detikcom
Ponorogo - Berbekal kreatifitas dan aplikasi di smartphone, seorang mahasiswi mampu mendulang rezeki. Ia mampu dapat duit tambahan lewat karya karikatur di handphone.

Namanya Ari Susanti. Perempuan 20 tahun yang berstatus sebagai mahasiswi Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini hobi menggambar. Dari situlah ia kemudian mulai membuat gambar karikatur dari foto di ponsel.

"Baru setahun terakhir gambar lewat aplikasi," tutur Ari saat ditemui detikcom di Jalan Cindewilis, Selasa (9/4/2019).

Dalam membuat karikatur itu, Ari menggunakan empat aplikasi di smartphone yakni Picsay Pro, Snapseed, Autodesk, dan Sketchbook. Butuh sekitar 5 jam buatnya untuk mengutak-atik satu foto menjadi gambar karikatur.




"Jadi saya fokus detail mulai dari warna baju, wajah hingga warna kulit, semua saya gambar," terangnya.

Mengisahkan lebih jauh soal aktivitasnya itu, Ari mengaku semua berawal karena dirinya memang suka menggambar. Lalu dia pun mencoba berbagai aplikasi gambar dan melakukan proses editing dengan cara melihat tutorial di YouTube.

Kreatif! Mahasiswi Ini Dapat Duit Lewat Karya Karikatur di HPFoto: Charolin Pebrianti/detikcom

"Paling susah itu kalau gambar terus foto yang dikirim itu blur, susah detailnya," imbuh dia.

Sebuah karikatur dari foto berisikan dua orang dihargainya Rp 40 ribu, sedangkan foto berisikan enam orang dihargainya Rp 70 ribu. Dalam satu bulan, biasanya ada delapan foto yang ia edit. Dalam satu hari, ia rata-ra mampu menyelesaikan dua foto.

Pesanan biasanya datang dari anak muda yang ingin punya gambar karikatur sendiri. Selain itu, Ari pun menyanggupi mengedit foto sesuai dengan permintaan pelanggannya.




"Saya cuma kirim gambar berupa soft file, jadi lebih efisien dan murah," tutur wanita asal Wonogiri ini.

Sudah setahun terakhir Ari menekuni aktivitas yang menghasilkan pemasukan tambahan itu. Kegiatan itu pun bukannya mulus-mulus saja. Ada kalanya ia tertipu karena pelanggan belum bayar walaupun sudah diedit fotonya.

"Kadang nggak dibayar. Kalau sudah seperti itu ya tidak apa-apa," papar Ari

(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed