Senin, 08 Apr 2019 22:02 WIB

Inikah Pertanda Era Keemasan YouTuber Terancam?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 2
Logo YouTube. Foto: Getty Images Logo YouTube. Foto: Getty Images
Jakarta - Sebuah penelusuran menarik dari media teknologi The Verge menguak beberapa pertanda bahwa YouTube sudah tak seperti dulu. Begini ceritanya.

Menilik sejarah, tahun 2006 Google membeli YouTube senilai USD 1,6 miliar. Pada saat itu, YouTube sangat berbeda dari sekarang. Google harus membersihkan masalah pembajakan yang begitu marak.

Film berhak cipta misalnya, begitu mudah ditemukan di YouTube. Maka eksekutif YouTube membuat 'obatnya'. Yaitu fokus pada konten orisinal yang dibuat oleh para kreator.

Dikutip detikINET dari The Verge, kultur kreator konten pun jadi kekuatan YouTube sejak kelahirannya. Maka muncullah bintang-bintang kenamaan dari YouTube, sebut saja Felix 'PewDiePie' Kjellberg, Anthony Padilla Sampai Casey Neistat, dengan ciri khas masing-masing.

Masa keemasan pun datang. Tahun 2011, YouTube disaksikan lebih dari 1 triliun kali dan para kreator meraup banyak uang dari Google AdSense. Sosok seperti PewDiePie pun berani fokus sepenuhnya sebagai YouTuber dan meninggalkan pekerjaan lainnya. "Sungguh menyenangkan ketika begitu banyak orang menonton dan mengapresiasi," kata dia.



Antara tahun 2011 sampai 2015, YouTube adalah surga bagi komedian, gamer, pembuat film dan lain-lain. Mereka bisa bekerja dengan fun sesuai bidangnya dan mendapatkan penghasilan tidak sedikit. Tapi di balik layar, situasi perlahan-lahan berubah.

YouTube rupanya mulai waspada terhadap ancaman kompetitor streaming semacam Netflix. Oktober 2012, YouTube mengumumkan algoritma mereka berubah menjadi lebih ramah pada video dengan durasi lebih lama ketimbang hanya perhitungan views.

Artinya, video viral semacam 'Charlie Bit My Finger' yang populer di YouTube pada masa awalnya, takkan direkomendasi sebanyak video lebih panjang, untuk membuat orang lebih lama menghabiskan waktu di YouTube. Maka, kreator konten jadi ramai membuat video lebih dari 10 menit untuk memenuhi ketentuan sistem baru itu.

Pada 2011, YouTube berinvestasi USD 100 juta untuk menambah channel premium dengan bintang para seleb, tapi menuai kegagalan. Berkaca dari itu, dirilis YouTube Red di Oktober 2015.

Berbiaya USD 9,99 per bulan, user bisa menyaksikan konten tanpa iklan dan juga serial orisinal. Bintangnya tak lagi seleb, tapi kreator asli platform ini seperti PewDiePie yang membuat konten tersebut dibantu oleh pembuat film profesional.

Halaman selanjutnya: Algoritma Dituding Terus Berubah (fyk/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed