Kamis, 04 Apr 2019 16:35 WIB

Jelang Pemilu 2019, WhatsApp Buka Saluran buat Laporkan Hoax

Agus Tri Haryanto - detikInet
Logo WhatsApp. Foto: Reuters Logo WhatsApp. Foto: Reuters
Jakarta - Menjelang pemilu 2019, WhatsApp menyediakan saluran telepon yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan hoax, khususnya yang berkaitan dengan konten misinformasi.

Sebagai informasi, misinformasi merupakan salah satu karakteristik dari hoax. Misinformasi adalah kabar bohong disebarluaskan tanpa ada tujuan alias tersebar secara tidak sengaja.

Masyarakat dapat mengirimkan berupa teks, video, atau audio yang memiliki potensi misinformasi ke nomor +62 855-7467-6701. Dalam menyediakan saluran ini, WhatsApp bermitra dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).




Laporan tersebut akan membantu membangun arsip data Mafindo tentang penyebaran misinformasi selama periode pemilihan umum dan juga membantu jurnalis, sehingga mereka dapat mempublikasikan informasi faktual untuk masyarakat indonesia. Disebutkan, pesan-pesan ini dilindungi oleh enkripsi end-to-end dan tidak dapat dilihat oleh WhatsApp.

Pada kesempatan ini juga, WhatsApp mengumumkan kerja sama dengan ICT Watch untuk mendukung edukasi tentang misinformasi melalui program pelatihan literasi digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta dan bekerja sama dengan komunitas kreatif untuk mengembangkan stiker unik yang menyuarakan tentang misinformasi di WhatsApp.

Dalam keterangan tertulisnya pada hari ini, Kamis (4/4/2019), disampaikan bahwa tantangan dari misinformasi yang viral membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan masyarakat. Upaya ini diharapkan jadi kontribusi menjaga keamanan selama pemilu dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi.




"WhatsApp peduli terhadap keamanan pemilihan umum di Indonesia dan kami senang bekerjasama dengan Mafindo dan ICT Watch untuk membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam upaya menanggulangi hoax, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum," tutur WhatsApp.

"Hal ini dibangun atas komitmen WhatsApp, termasuk upaya kami mengurangi jumlah pesan yang diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25% distribusi pesan terusan di WhatsApp," sambungnya.

Presiden Mafindo Harry Sufehmi mengatakan, misinformasi merupakan tantangan yang membutuhkan kerja sama yang kuat untuk menanggulanginya.




"Kami senang dapat bekerja sama dengan WhatsApp untuk mengidentifikasi gosip dan kami meminta seluruh pengguna WhatsApp untuk melaporkan hoax ke nomor +62 855-7467-6701, sehingga kami dapat melakukan verifikasi dan menambahkannya ke arsip pendataan kami," kata Harry.

Sedangkan, Program Coordinator ICT Watch Indriyanto Banyumurti menyambut komitmen WhatsApp dalam mengatasi misinformasi menjelang pemilu dan menyelenggarakan program literasi digital kepada masyarakat

"Menyelenggarakan program pelatihan dan interaksi yang kreatif melalui stiker untuk membantu masyarakat Indonesia dalam jangka panjang," ungkap dia.

(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com