Jumat, 22 Mar 2019 14:25 WIB

Startup Indonesia Sektor Energi Mulai Unjuk Gigi

Josina - detikInet
Ilustrasi startup. (Foto: Internet) Ilustrasi startup. (Foto: Internet)
Jakarta - Startup saat ini sudah menjamur di Indonesia. Bahkan jika dilihat dari situs Startup Ranking, Indonesia masuk 5 besar dengan jumlah startup terbanyak di dunia dengan jumlah angka 2.074.

Jika dicermati, kebanyakan startup di Indonesia lebih mendominasi sektor-sektor seperti marketplace, e-commerce, tiket, hingga fintech. Nah kini sektor yang jarang dilirik seperti tentang energi sudah mulai ikut meramaikan dunia startup di Indonesia.

Urutan Startup terbanyak di duniaUrutan Startup terbanyak di dunia. (Foto: screenshot/Startup Ranking)


Lewat program Nyala Energy Acceleration 2019 hasil kolaborasi antara Digitaraya dengan New Energy Nexus Southest Asia (Nexus SEA), diperkenalkan delapan startup baru di antaranya Replus, After Oil, Khaira Energy, Erenesia, Ailesh Power, Inovasi Dinamika Pratama, TAZ, dan Weston Energy.


Kedelapan startup tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda-beda, mulai dari penghematan daya baterai dan cahaya, kemudian membuat perangkat remote untuk mengontrol furniture rumah tangga agar lebih hemat serta ada juga metode untuk mengolah limbah.

Diakui oleh Nicole Yap, VP Strategy Digitaraya, tidak mudah dan menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menemukan para startup yang bergerak di sektor energi karena masih terlalu kecil jumlahnya.

Delapan Startup Energi.Delapan Startup Energi. Foto: detikINET/Josina


Menurutnya, program ini tak hanya mencari startup yang bergerak di e-commerce ataupun fintech, tapi kita mencari kesempatan dan tantangan baru yang dibutuhkan pasar Indonesia.

"Kita tidak mengetahui banyak tentang energi, tapi kita tahu ada permasalahn besar yang dialami indonesia, jadi kita menawarkan kehadiran startup energi bisa jadi solusinya," jelasnya.


Dalam acara yang sama turut hadir Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto yang memberikan dukungan hadirnya startup baru di sektor Energi ini.

Menurutnya kehadiran mereka ini bisa membantu mewujudkan program pemerintah soal renewable energy 2025.

"Startup dengan sektor energi ini diharapkan bisa mewujudkan program pemerintah untuk mencapai target menggunakan 23% renewable energy pada tahun 2025, " jelas Hariyanto.


Selain itu, hadir juga Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan. Dia mengatakan hadirnya startup sektor energi menjadi titik awal untuk digali lagi sektor-sektor lainnya seperti pariwisata, pertanian, hingga pendidikan sehingga bisa mengikuti langkah serupa.

"Saya juga mengharapkan sektor-sektor lain seperti pertanian, kesehatan, pariwasata, pendidikan bisa mengikuti. Kita kan ada 34 kemenetrian malah sektor pemerintahan harus disentuh bagaimana nantinya dari startup ini bisa diciptakan suatu aplikasi buat layanan masyarakat," imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia punya banyak masalah. Maka, inilah yang menurut Samuel bisa dijadikan lahan tumbuhnya startup baru dan diharapkan dapat membantu kemajuan Indonesia.



Tonton juga video 1.169 Tim Startup Berebut Tiket di Ajang Thinkubator, Siapa yang Lolos?:

[Gambas:Video 20detik]


Startup Indonesia Sektor Energi Mulai Unjuk Gigi
(jsn/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed